Mohon tunggu...
christi kevin kyken
christi kevin kyken Mohon Tunggu... Petani - Warrior God of Agriculture

- Senang berimprovisasi - Sedang berlatih untuk berpikir kritis dan open minded - Sangat ingin menjadi ahli botani, arsitek pertanian dan filsuf

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Penyelamat di Daerah Gurun: Prickly Pear

7 Desember 2023   07:04 Diperbarui: 7 Desember 2023   07:12 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Sumber: Health.com)

Yang perlu diperhatikan sebelum mengambil prickly pear adalah duri yang berada pada prickly pear. Prickly pear juga berduri sama seperti kaktus. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak memegang secara langsung prickly pear dengan tangan kosong.

Duri pada prickly pear sangat halus, sehingga akan sangat mudah untuk menembus kulit manusia. Apabila sudah tertusuk durinya, untuk membuang duri prickly pear juga cukup sulit. Sehingga pengambilan buah prickly sebaiknya menggunakan ranting kayu.

Untuk membersihkan duri pada prickly pear sebelum di konsumsi juga sangat  mudah. Cukup menggosok prickly pear dengan rerumputan kering hingga semua duri telah terlepas. Gosokan berulang kali hingga prickly pear siap untuk dikonsumsi.

Dengan kandungan air yang cukup tinggi, prickly pear dapat menggantikan air ketika sudah kekurangan air. Ketika tersesat atau sedang melakukan perjalanan di daerah minim air, prickly pear dapat menjadi pilihan untuk menghilangkan dahaga.

Namun duri pada prickly pear perlu menjadi perhatian sebab sangat berbahaya bagi kulit manusia. Oleh karena itu bersihkan terlebih dahulu duri prickly pear, baru setelah itu dapat  dikonsumsi.

Pustaka:
https://www.britannica.com/plant/prickly-pear

https://www.health.com/prickly-pear-benefits-7642893

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun