Mohon tunggu...
Tasning Hety Widiayanti
Tasning Hety Widiayanti Mohon Tunggu... Pustakawan - Pustakawan

Hobi membaca

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pustakawan Menghadapi Tantangan Zaman

26 Februari 2016   12:10 Diperbarui: 26 Februari 2016   12:29 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tidak bisa dipungkiri lagi, dunia internet sudah merupakan dunia semua kalangan di zaman ini.  Informasi apapun dapat kita peroleh hanya dengan bertanya pada "mbah Google".  Tidak heran, bila sekarang lebih banyak kita jumpai orang yang asyik dengan gadget, laptop atau apapun yang tersambung dengan internet dibandingkan dengan buku.  Bahkan bukan pemandangan asing lagi, di suatu perpustakaan yang mernyediakan wifi area secara gratis, pengunjung yang datang lebih banyak untuk memanfaatkan area tersebut dibanding untuk membaca.

 Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan para pustakawan.  Bagaimanakah para pustakawan bisa membuat perpustakaan bisa menjadi jembatan bagi para pencari informasi tanpa meninggalkan bahan pustaka secara tercetak dalam hal ini buku, tetapi tetap mengikuti perkembangan teknologi?  Seperti yang ditungkapkan  oleh Bapak Drs. Purwono, SIP., M.Si dalam pidato Akhir Jabatan Pustakawan Utama UGM pada 21 Mei 2012:“Pustakawan, langkahkan kaki kananmu kedepan dengan pijakan Teknologi Informasi yang berdampak luas terhadap perubahan paradigma kepustakawanan.

Sementara itu kaki kirimu bertumpu dengan kokoh diatas pijakan terbitan tercetak (dokumen literer), sebab selama masih ada penulis dan penerbit yang menghasilkan dokumen cetak (literer) dan masih ada orang yang mau membaca maka dokumen cetak (buku, jurnal dsb) tidak akan lenyap”. Nah, untuk bisa menyeimbangkan antara ternitan tercetak dengan teknologi informasi, pustakawan haruslah mampu membuat suatu terobosan yang unik dan bisa dilakukan oleh semua kalangan.

 Misalnya untuk anak usia dini, bisa dibacakan cerita tetapi untuk lebih menarik, dilengkapi dengan slide yang gambarnya didownload dari internet.  Memang, awalnya sulit untuk mencari ide-ide itu, tetapi saya yakin, lambat laun pasti ide-ide tersebut akan lancar keluar dengan sendirinya.  Dan.... tulisan ini juga saya buat untuk mengingatkan saya kalau saya masih mempunyai banyak pekerjaan rumah dalam kapasitas saya sebagai pustakawan di zaman yang serba "mbah google ini".

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun