Alhasil, mau tidak mau, saatnya untuk mengubah pola pengelolaan keuangan yang tidak efisien atau boros menjadi efisien atau istilah dalam anggaran pemerintahan, yaitu melakukan refocusing anggaran.
Ada beberapa life hack atau tips dan cara dalam menghemat pengeluaran bulanan sebagai langkah awal pengelolaan keuangan rumah tangga yang efektif.
Mengevaluasi Urgensi Setiap Pos Belanja atau Kebutuhan
Saatnya kita perlu mengevaluasi setiap pos belanja kebutuhan bulanan kita. Evaluasi di sini artinya adalah mana sih kebutuhan kita yang bisa kita cut atau dialihkan ke yang lain.Â
Misalnya konsumsi air mineral isi ulang yang mungkin menghabiskan 4 galon lebih dalam sebulan untuk dikonsumsi, dengan harga per galon isi ulang adalah 27 ribu, berarti dalam sebulan sudah menghabiskan 108 ribu untuk kebutuhan air mineral.
Apabila konsumsi air mineral kita alihkan dengan memasak air leding, maka kita sudah bisa menghemat 100 ribu dari air mineral dengan mengkonsumsi air leding yang dimasak.Â
Selain menghemat 100 ribu, mengkonsumsi air yang dimasak mungkin lebih sehat dan lebih steril dari bakteri.
Ketika mengkonsumsi air yang dimasak, tentu penggunaan dispenser sudah tidak lagi diperlukan. Tentu ini akan memberikan penghematan dalam hal pemakaian listrik untuk kebutuhan menyalakan dispenser.Â
Pengalaman penulis sejak tidak lagi menggunakan dispenser, yang biasanya isi token listrik 100 yang hanya bisa 2 minggu, kini sudah bisa sampai dengan 4 minggu. Artinya di sini sudah menghemat sejumlah 100 ribu dalam sebulan untuk kebutuhan listrik.
Ternyata selama ini, penulis menemukan adanya sikap abai akan hal-hal yang kecil yang justru memiliki nilai tambah apabila kita aware terhadap hal itu.Â
Seperti pemakaian dispenser yang dianggap tidak penting, ternyata setelah disadari dan diterapkan, bisa memberikan penghematan belanja.
Melakukan Penghematan untuk Kebutuhan yang Tidak Penting atau Refocusing
Kadang-kadang gaya hidup kita membuat kita pada akhirnya harus mengeluarkan uang yang banyak setiap bulannya.Â