Sesuatu yang sudah "mapan" ada kalanya perlu dilakukan penyegaran, untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Hal ini dikarenakan satu dan lain hal yang telah dipertimbangkan masak-masak dengan alasan internal dan eksternal. Dalam beberapa kasus, boleh dikatakan sebagai kelahiran kembali yang bahasa kerennya, reborn.
Inilah yang terjadi di sebuah warung yang berada di Jalan Semanggi Barat 19A Jatimulyo Lowokwaru Kota Malang. Warung yang sudah berdiri semenjak 2016 ini dirombak total. Dan tak disangka justru warung ini mendapat respon yang positif dari para pengunjung. Warung reborn dengan konsep yang serba baru, tak hanya mengedepankan soal rasa tetapi juga estetika.
Tempat yang dimaksud adalah The True Waroeng Semanggi, yang konsep barunya mulai beroperasi pada 1 Mei lalu. Dan hari Rabu (9/5), saya dan beberapa rekan yang tergabung Bolang (Blogger Kompasiana Malang) mendapat undangan mengunjungi warung ini. Lokasinya sebenarnya cukup strategis, di samping Kampus Polinema (Politeknk Negeri Malang).

Menurut pemiliknya yang dikelola suami-istri, Rusdy dan Widha yang menyatakan ada beberapa alasan sehingga warung ini mengalami perubahan yang drastis. Menurut Rusdy hal ini dikarenakan, ia begitu "prihatin" dengan istrinya yang sibuk mengurusi warung. Dari pagi buta Widha sudah menyiapkan segala perlengkapan warung. Yang kemudian dilanjut dengan melayani pembeli mulai dari jam 7 pagi sampai 10 malam.
Dengan begitu padatnya kegiatan itu, Rusdi berkeinginan menghentikan "kegiatan" kuliner istrinya yang sudah berjalan dua tahunan itu. Setelah dipikir panjang tidak menghentikan sama sekali kegiatan di warung namun dengan menggantikan tenaga saja, dengan merekrut jasa orang lain. Dan secara kebetulan juga Rusdy menemukan tenaga yang cukup ahli bidang permasakan, Wildan, mantan chef dari salah satu hotel berbintang.

Untuk menepis "rerasan" itu maka, Rusdy merombak total warungnya. Warung diubah sama-sekali, sehingga berbeda dengan warung yang berada di sekitarnya. Dengan warung yang "berbeda" tersebut maka akan menepis "isu" persaingan karena makanannya juga berbeda sama-sekali. Warung dikemas lebih modern baik rasa dan tempatnya. Boleh dibilang warung ini sekelas resto.
Dan akhirnya The True Waroeng ini sepenuhnya diserahkan kepada Wildan yang dibantu dua rekannya. Untuk olahan dapur Widha tidak cawe-cawe lagi. Namum ia tetap tidak meninggalkan sama sekali dunia kuliner yang pernah digelutinya. Widha hanya melayani pesanan dan katering dari para koleganya.

Berkenaan dengan nama The True Waroeng, sejak awal berdiri dua tahun lalu sudah memakai nama itu. Menurut Rusdy, harapan dengan memakai kata tersebut adalah bagaimana menjadikan warung yang sebenarnya. Setidaknya bisa mengakomodasi keinginan pembeli yang dalam hal ini mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa: tempatnya nyaman, rasanya enak, dan harga terjangkau.