Di balik malam kelam yang sunyi,
Tersebar bau nanah, mencekam hati.
Hingga tujuh turunan, terbawa arwah gelap
Kisah mengerikan yang menggigilkan jiwa.
Langkah gemetar menyusuri lorong gelap
Di mana bau busuk menguar tak terperi.
Napasku tercekat, detak jantung tak teratur
Misteri dalam udara, menusuk hingga sumsum.
Di tiap langkah, terdengar desisan angin,
Seolah suara lirih dari masa lalu yang mati.
Bayangan-bayangan menari di dinding retak
Sungguh menakutkan, hingga membuat ku merinding.
Bau nanah semakin menguat, menusuk tulang
Seperti tangan tak kasat mata merayap dalam malam.
Tujuh turunan kutelanjangi, mengurai sejarah
Kengerian yang terkubur, kini terbuka lebar.
Saat pandangan terpaku pada kegelapan,
Muncul sosok pucat, mata merah menyala.
Bibirnya bergerak, bisikan tak terdengar
Namun jiwa ini gemetar, terkoyak oleh rasa takut.
Di sudut ruangan, bayangan-bayangan berkumpul,
Mengamatiku dengan mata tanpa kelopak.
Rintihan pelan bergema, memenuhi telinga
Hingga ke sanubari, menemukan rahasia kelam.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H