Mohon tunggu...
Herman Susanto
Herman Susanto Mohon Tunggu... Human Resources - Film, Musik, Kuliner

Suka U2, Dewa, Wolverine, Batman, Marvel, Coklat, masakan ayam, sate, rawon, bakso, warna hitam, putih, abu abu, biru.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Februari 2019, Terbaik hingga Terburuk (Bukan Acuan)

7 Maret 2019   09:59 Diperbarui: 10 Maret 2019   18:45 43
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

Bulan Februari 2019 sudah berakhir, dan inilah daftar film yang sudah saya tonton. Dan inilah terbaik hingga terburuk menurut pendapat pribadi saya.

1) EXTREME JOB -- 9/10

Film comedy action Korea ini memang memberikan warna segar di bulan Februari. Sudah banyak film penegak hukum membongkar kejahatan dengan berbagai metode, dan sepanjang yang sudah saya tonton hampir semuanya dalam tone yang serius, tetapi ada juga yang dengan bumbu komedi.

Fokus cerita ada satu regu polisi yang dipimpin Kapten Go - dicap paling tidak becus dalam tubuh kepolisian yang diambang pemecatan lalu berusaha memperbaiki prestasi dengan mengintai kegiatan mafia besar narkoba. Dan pengintaian dilakukan dengan cara penyamaran usaha restoran ayam goreng.

Ternyata,diluar dugaan usaha kuliner ayam gorengnya meledak dan menjadi terkenal dalam waktu singkat,akhirnya ujug-ujug misi membongkar kejahatan, malah yang ada sibuk mengurus resto ayam goreng yang booming.

Cerita film ini sebetulnya biasa saja, bahkan receh dan kembali saya mengamini bahwa film dengan cerita yang recehpun bisa bagus dengan kreatifitas yang tepat. Penokohannya juga bagian dari hidup kita sehari-hari,ada yang takut istri,ada yang doyan judi, ada yang sangat serius dalam tugas.

Dan salah hal yang paling menarik adalah ayam gorengnya, saya tidak tahu apakah itu pakai efek atau menggunakan jasa tukang masak profesional tetapi memang bikin lapar. Jadi film ini memang unggul dalam casting pemeran yang sudah mumpuni, chemistry antar karakter, plot yang sangat gampang diikuti dan humor yang pecah dari awal hingga akhir.

2. ANTALOGI RASA -- 8,5/10

Ini salah satu film romans yang paling puitis, dan lembut. Bila Dilan 1990 romansa remaja sejuta warna, maka ini romansa dengan kekaleman yang sejuk. Harris cinta pada Keara -- tetapi tak kunjung bisa pedekate, karena sudah terlanjur masuk zona friendzone. Keara cinta pada Rully -- tetapi dia terhalang karena merasa mestinya laki-laki yang duluan melakukan pendekatan. Rully -- cinta mati pada Denise yang akhirnya menikah duluan dengan laki-laki lain.

Tidak ada yang rumit dalam plot ini,sekalipun perkenalan para karakter dimulai dengan voice over masing-masing. Cerita juga mengalir teratur dengan kadar humor yang terjaga dan galau yang juga terjaga -- seolah film ini adalah bukan romansa untuk mereka yang masih berseragam putih abu atau putih biru.

Chemistry antar pemain cukup kuat, dan penampilan perdana Carrissa Perusset mencuri perhatian dengan gejolak cinta,kegalauan yang kelihatan dimatanya. Kekurangannya adalah narasinya justru kelewat efisien dengan jatah Rully dan tentang Denise yang terlalu minim informasinya,malah nyaris tidak ada. Dan juga kurang memanfaatkan pengambilan gambar panorama indah di Bali yang sebetulnya bisa menambah suasana hati yang terbangun antara Keara dan Rully.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun