ilustrasi : http://jakarta-baru.blogspot.com
mas Joko wajahmu tampak ndeso pakaianmu, sepatumu, minyak anginmu bisa kutemukan di rumah-rumah orang ndeso kesederhanaan bicaramu kejelasan maksudmu keluguan perilakumu membekas di hati orang-orang ndeso aku juga orang ndeso pak selama ini capek mendengar omongan tinggi-tinggi wong kutho kelihatannya mereka pinter-pinter pidato tapi ngomonge kok ngoyoworo… halaaaah… ndilalah kersane Ngalah jebul saiki pemimpinku wong ndeso tapi ora opo-opo sing penting ngomonge cetho memang pas nama pemimpinku pak Joko masih Joko, meskipun sudah beristri tapi tidak playboy juga tidak iseng rekam video yang isinya selingkuh atau sibuk berhitung dan cari untung sama vendor-vendor proyek atau apapun yang mengatasnamakan rakyat padahal ujung-ujungnya korupsi mungkin sebaiknya pemimpin itu harus ndeso karena tahu rasanya lapar, miskin dan gak kemaruk bondo karena biasa puasa, dan hidupnya sepi ing pamrih rame ing gawe sepi dalam pengharapan dan sibuk bekerja meski harus blusukan ke got yang kotor atau sungai-sungai yang “harum” semerbak aromanya mas Joko, bang Joko, pak Joko, atau Jokowi siapa pun bebas memanggilmu karena engkau tidak gila jenis panggilan terserah… yang penting wong ndeso bisa makan upo dirimu tak peduli orang berkata apa pencitraan, wacana.. atau apa saja sing penting tidak disetir oleh pemilik modal itulah mas Joko bebas ke mana saja dia mau hanya niat mulianya yang bisa menyetir mas Joko Selamat Bekerja mas Joko wong ndeso selalu mendukungmu ** Jakarta, 7 Januari 2013 # kamus kecil : kutho=kota cetho=jelas ndeso =desa sepi ing pamrih =tak banyak kepentingan ngoyoworo = ngelantur gak karuan ora opo-opo= tidak apa-apa ngomonge=bicaranya ndilalah kersane ngalah= kebetulan Tuhan berkehendak jebul = jadi ternyata,upo=nasi bondo=harta joko=perjaka
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H