Mengeja Rasa di Ceceran Tinta
Baki tinta tak pernah kosong
selalu penuh genangan tinta
pekat sepekat jejak tuan malam
hasil olah serta perahan rasa
celupan runcing pena jiwa
tatkala mata enggan diajak pejam
di malam-malam buta
meraih remah-remah asa
yang terkubur bulir pasir waktu
mengeja rasa yang lambat laun
perlaha terkikis nyaris hambis
ceceran tinta merajah senyap
buat ku sukar tuk lelap
tuangkan isi jiwa yang terdampar
di ujung yang paling sepi
menjaring untaian rasa
menyulam angan di asa
yang terpendam beribu diam
hingga kini aku masih tetap
mengeja rasa di jantung sunyi
di nadi sepi di dahi masa
dan di pelupuk angan
***
Hera Veronica Sulistiyanto
Jakarta, 26/02/2022
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI