Mohon tunggu...
Hera Veronica Suherman
Hera Veronica Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Suka Musik Cadas | Suka Kopi seduh renceng | Suka pakai Sandal Jepit | Suka warna Hitam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Diorama Pagi Menyeduh Indah

8 Desember 2020   09:01 Diperbarui: 8 Desember 2020   09:14 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Dwi Shaban Sulistyanto

Diorama Pagi Menyeduh Indah

Geliat kehidupan sebuah kota kecil
bernama "Klaten" memahat indah
dalam balutan bening pagi

Nikmati pagi ditemani secangkir teh
hangat-hangat kuku seraya
menghirup helai udara nan sejuk

Menyaksi silir angin bertiup perlahan
menggoyangkan rumpun padi hingga
merunduk serentak dipetak sawah tercetak

Adalah keindahan tak terbantahkan
menatap rupa Buana menyaji indah
menyisipkan sekeping bahagia

Alam Kelaten meramu Asri
tak dihinggapi debu-debu polusi
berseri laksana kuntum bunga di pagi hari

Bumi Klaten menyeduh rindu
pada genangan secangkir teh hangatnya
rindu yang senantiasa larut

Rindu pada sesosok pemuda sahaja
yang telah memikat hatiku
dan membuatku jatuh rindu


***
Hera Veronica Sulistyanto
Jakarta | 08 Desember 2020 | 09:01

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun