Sang Candramawa di Muka Semesta
Dersik Bayu menderu
mencumbu helai dedaunan
seakan membisikan kalimah rindu
pada kental aroma Petrikor
Sang Candramawa di muka Semesta
terbitkan suatu pertanda
gelagat Alam terbaca
seiring kelam Cuaca
Dahan dan ranting pun berderak
ikuti gerak rumpun Ilalang
menyatu dalam harmoni Bumi
pada selembar selendang muram
Angin menggiring gumpalan Payoda
laksana baki berisi air hujan
guna ditumpahkan menyirami
Bumi tanpa terkecuali
Ilalang siap sedia melonjak kegirangan
menyambut riuh rinai hujan
yang sedianya tak berapa lama
menitik pada seraut wajah Buana
Aku yang selalu rindu
aroma tanah basah
aroma rerumputan
mencipta sekeping sendu
Sendu yang kerap berlagu
dalam denting irama rindu
membuat terkesima seraya
hati luruh dalam rapalan doa
***
Hera Veronica Sulistyanto
Jakarta | 29 November 2020 | 15:28
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI