Sang Penyintas
Memahat jejak
di antara halus bulir pasir
hangat mencium tapak kaki
Berjalan sejauh mungkin
kendati letih menggelayuti
engkel-engkel kaki
Layaknya seorang kembara
lintasi gurun sahara
berhias fatamorgana
Menuju titik destinasi
tempat hati berada
memeluk erat damba
Lalui putaran Bumi
nun jauh terpeta di jiwa
rindukan rumah
Tempat dimana hati berada
dalam rengkuhan tulus cinta
yang kusebut keluarga
Iringi kerinduan membuncah
menatap wajah-wajah
yang tak pernah lelah
Menguntai bait-bait doa alirkan
sejuk merambat nurani
serta pembuluh nadi
Kelak akan ada masanya
aku kan kembali pulang
merengkuh asaku
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!