Tidak terasa kita bertemu kembali dengan Iduladha. Iduladha jatuh pada tanggal 10 Zulhijah atau 70 hari setelah Idulfitri. Tahun ini Iduladha jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli.Â
Opferfest atau Hari Raya Kurban adalah puncak dari pelaksanaan ibadah haji. Perayaan Iduladha ditandai dengan ibadah kurban, dengan melakukan penyembelihan hewan kurban seperti domba, kambing, atau sapi. Dianjurkan bagi umat muslim yang mampu untuk melaksanakan ibadah kurban.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya bersama keenam saudara kandung melaksanakan ibadah kurban bersama-sama di Indonesia.Â
Tahun ini kami sedikit kewalahan mengatur pelaksanaan kurban. Sebabnya, bulan Mei lalu saudara kandung saya yang biasanya paling bisa diandalkan untuk mengorganisasi dan mengurus segalanya baru saja berpulang.
Meskipun sedikit terlambat, InsyaAllah kami bisa ikut melaksanakan ibadah kurban ini pada hari kedua Iduladha di masjid yayasan keluarga yang berlokasi tidak jauh dari kota Medan.Â
Ini salah satu kendala jika hidup berjauhan, kami 7 orang bersaudara (sekarang tinggal 6 orang) hanya satu orang yang tinggal di Medan. Kami dari jauh hanya bisa berdoa, semoga salat Iduladha dan pelaksanaan kurban di sana berjalan lancar.Â
Opferfest di JermanÂ
Bagaimana pelaksanaan Iduladha di wilayah tempat tinggal saya di Jerman?
Iduladha di sini terlihat cukup sepi, hanya wilayah tertentu dengan penduduk yang banyak umat muslimnya mungkin terlihat sedikit ramai.
Begitu pun, perayaannya tetap mirip seperti yang biasa kita lihat di Indonesia, mereka akan berkumpul bersama keluarga besar. Kue-kue manis dihidangkan untuk dinikmati bersama. Baklava salah satunya, kue pastry panggang dengan isian cacahan kacang pistachio ini seperti menjadi menu wajib dalam perayaan Iduladha maupun Idulfitri. Â Â
Para pria dan anak-anak biasanya pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Iduladha. Kebanyakan wanita memilih untuk tinggal di rumah, menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama keluarga setelah pelaksanaan salat usai.Â