Mohon tunggu...
Hennie Triana Oberst
Hennie Triana Oberst Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penyuka traveling dan budaya

Kompasianer Jerman || Best in Citizen Journalism Kompasiana Awards 2023

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Vatertag, Hari Ayah di Jerman Selalu Bersamaan dengan Kenaikan Isa Almasih

21 Mei 2020   11:18 Diperbarui: 21 Mei 2020   16:15 566
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bollerwagen-foto:zdf.de

Setiap tahun, Kenaikan Isa Almasih diperingati pada hari ke 40 Paskah, yaitu 39 hari setelah Minggu Paskah. Tahun 2020 ini jatuh pada hari Kamis tanggal 21 Mei.

Peringatan Kenaikan Isa Almasih di Jerman diperingati juga sebagai Vatertag atau Hari Ayah.

Vatertag sudah dikenal sejak abad pertengahan, tetapi dalam pengertian dan hubungannya dengan agama Kristen, yaitu kenaikan Yesus ke surga.

Pada masa lampau, masyarakat melakukan kegiatan pada minggu sebelum  Kenaikan Isa Almasih, yaitu dengan melintasi hutan, ladang dan padang rumput. Mereka berdoa dan memohon agar mendapatkan hasil panen yang bagus.

Oleh sebab itulah hari-hari sebelum Kenaikan Isa Almasih ini disebut dengan "hari permohonan".

Sekitar tahun 1700an kebiasaan ini berubah menjadi "hari ayah", hari di mana keluarga memberikan penghormatan mereka kepada ayah dalam keluarga.

Hari ayah ini di Jerman sebenarnya tidak termasuk dalam hari libur resmi. Tetapi telah menjadi tradisi yang berlangsung hingga sekarang. Hari ayah selalu dirayakan, terutama oleh para pria. Karena itulah ada istilah lain yang dikenal selain hari ayah, yaitu "Hari Pria" (Männertag /Herrentag).

Perayaan hari ayah masa kini

Dengan berjalannya waktu, perayaan Hari Ayah juga mengalami perubahan.

Anak-anak biasanya memberikan kartu ucapan dan hadiah kepada ayah mereka. Kegiatan membuat dan menggambar kartu ucapan ini juga dilakukan anak-anak di Kindergarten bersama guru mereka.

Karena hari ayah selalu bertepatan dengan kenaikan Isa Almasih, maka banyak keluarga yang mengisi hari ini dengan melakukan kegiatan bersama.

Kebiasaan lain adalah perayaan yang dilakukan oleh para bapak dan teman-teman prianya saja. Mereka melakukan perjalanan bersama dengan mengendarai sepeda, piknik, mendaki atau yang dikenal dengan istilah wandern.

Perjalanan bersama-sama ini yang dikatakan berhubungan dengan Prosesi Rasul. 

Ada kebiasaan unik pada hari ayah ini,  orang-orang yang melakukan wandern, akan membawa Bollerwagen, yaitu sejenis kereta (gerobak) kecil beroda empat dan ditarik dengan tangan, biasanya terbuat dari kayu.

Bollerwagen ini dihiasi dengan ranting tanaman  lilacs (syringa) atau birch (Birken). Gunanya kereta ini adalah sebagai tempat meletakkan minuman dingin yang mereka perlukan selama melakukan kegiatan wandern.

Kegiatan seperti ini terkadang ada yang memanfaatkan menjadi acara mabuk-mabukan, terutama di kalangan pria-pria muda.

Tetapi untuk tahun ini, di masa pandemi corona seperti sekarang ini banyak aturan yang mengikat, sekalipun lockdown sudah dilonggarkan. Di negara bagian Baden-Würtemberg, wandern boleh dilakukan terbatas untuk kelompok kecil, hanya untuk keluarga dan orang-orang terdekat saja.

Masyarakat sudah bisa lebih leluasa keluar rumah dan mengunjungi tempat-tempat umum. Restoran juga sudah dibuka, tetapi harus membuat reservasi karena aturan jaga jarak masih tetap diberlakukan.

Cuaca saat ini juga semakin hangat, waktunya untuk merayakan Hari Ayah sambil menikmati kehangatan matahari di musim semi.

Alles Gute zum Vatertag!

Selamat Hari Ayah!

-------

Hennie Triana Oberst
DE 21052020
Ref. katholische.de, swr.de

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun