Tentu akan muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut di benak kita yang menginginkan sepak bola Indonesia lebih baik. Untuk membuktikan layak atau tidaknya seorang Erick Thohir memimpin PSSI maka mari kita lihat rekam jejaknya apa yang sudah dia lakukan.
Point pertama yang meyakinkan bahwa Ericik layak pimpin PSSI datang dari Kaesang Pangarep. Menurutnya meski Erick baru satu tahun di Persis, tapi dampak untuk klub tersebut sangat begitu luar biasa.
Dalam mengurus sepak bola Erick tidak hanya mengurus soal teknis sepak bola misalkan seperti taktik atau informasi, melainkan lebih dari itu. Dia harus memiliki kemampuan dalam urusan manajerial, bisnis, penegakan hukum, juga urusan political will serta dukungan.
Lantas Erick sudah memenuhi hal tersebut?
Sosok menteri BUMN tersebut rupanya punya segudang pengalaman mumpuni tak harus disebutkan satu persatu. Misalkan saja salah satunya di bidang sepakbola. Siapa sangka ia pernah memiliki dan sekaligus menjadi Presiden Klub Raksasa Eropa asal Italia, Inter Milan. Ericik hadir di Inter Milan disaat klub tersebut berada di masa-masa kritisnya. Ia hadir menggantikan Massimo Moratti menjadi sang penyelamat Inter Milan.
Sejak menjabat sebagai Presiden klub tersebut, Ia perlahan-lahan membenahi manajemen Inter Milan yang sedang terburuk hingga ia mendapatkan investasi dari Suning Holdings Grup asal China.Erick juga pernah memengang saham mayoritas di DC United, klub sepakbola Liga Amerika Serikat.
Kemudian yang menjadi tolak ukur bukan hanya itu, sebagai Menteri BUMN saat ini sejauh mana Erick sudah membawah BUMN?
Dari awal dia menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick tidak memberikan ruang toleransi bagi tindakan merugikan keuangan BUMN. ia sudah berkomitmen memperbaiki kondisi BUMN supaya lebih transparan dan profesional.
"Untuk masalah bersih-bersih BUMN, saya rasa saya tidak segan-segan mendorong yang namanya kasus-kasus hukum di BUMN, kasus Jiwasraya dari 2006 itu tidak pernah dilakukan, ketegasan, tetapi Alhamdulillah saya melaporkan kepada Pak Presiden Joko Widodo dan beliau sangat mendukung," ujar Erick dalam acara rilis hasil Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk "Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, serta Peta Politik Terkini" dilansir dari republika.co.id  (22/1/2023).
Menteri BUMN tersebut memang selalu melakukan koordinasi bersama Kejaksaan Agung dan KPK dalam mengusut tuntas dugaan korupsi di BUMN. Misalkan saja pengungkapan kasus JiwasrayaMenurutnya  setelah kasus Jiwasraya, Asabri, saat ini dia sedang mendorong investasi audit untuk dana-dana pensiun BUMN.
Keuntungan BUMN sebelum di pimpin Erick hanya sekitar Rp13 triliun namun sekarang sudah mencapai Rp125 triliun. Menurutnya untuk tahun 2023 angkanya bisa di atas Rp 200 triliun