Mohon tunggu...
Hendra Josuf
Hendra Josuf Mohon Tunggu... Lainnya - berdiam di new york city, usa

sekolah tinggi bahasa asing di tangerang

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Awal Musim Gugur

8 Desember 2023   09:14 Diperbarui: 9 Desember 2023   09:09 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banyak dari mereka duduk2 di taman meski memakai baju tebal sambil merasakan hembusan angin.

Rasanya akupun tak tahan buat berbaur, sampai berteriak kecil:

"Stop, stop sebentar Jim,"

Aku bergegas keluar mobil lalu mendaki sebuah gundukan tanah.Dari situ aku bisa melayangkan pandangan  ke segala penjuru.Dari Woodhaven Ave, bisa kulihat barisan mobil2 dengan lampu2 merah di belakangnya berjejer patuh dan  rapih.Di sebelah kananku, kerumunan  warga New York  lagi  bersantai menikmati keindahan .

Aku  menengadah keatas dengan  mata terpejam.Perlahan kubentangkan kedua tangan sembari mengirup udara dingin nan sejuk.

Disaat mata ku buka kembali, kulihat lampu lalu lintas berganti warna putih, dan para pejalan kaki mulai menyeberang.Ada yang cepat, ada pula yang santai.Di bagian terahir kulihat seorang bocah perempuan mendorong sebuah kereta bayi kecil.Tentu sang adik ada di dalam.Mungkin sedang tidur kelelahan.

Namun pemandangan terahir ini, dengan  tidak sadar membuatku tersenyum karena mengingatkan  sesuatu.

Ceriteranya, kemarin dulu ketika kami masih di tanah air, tepatnya di daerah Karawaci, Tangerang.Kami terjebak macet ditenagh hujan  gerimis yang mulai lebat.Eh, tiba2 istriku, bertetiak nyuruh putra kami menghentikan mobil.Kemudian dia dengan cepat merogoh dompet dan mencabut beberapa lembar uang dan melemparnya kebelakang.

Dari balik kaca mobil. kulihat seorang bocah berseragam sekolah  yang sedang menarik sebuah  kereta sampah,  dengan sigap memungut lembaran uang itu sambil tersenyum melambaikan tangan. Aku juga terseyum puas, nampaknya  kami  semua tersenyum.Ada perasan damai di hati masih bisa berbagi rejeki di tengah orang2 yang bergumul bertahan hidup.

Kami tidak saling kenal.Tapi sang bocah telah menoreh sesuatu di balik dada ini, pentingnya rasa bersyukur.Masih  terbayang wajah kusutnya di balut seragam ssekolah..Tak terasa mataku kabur  dan ber-kaca2 dan aku bergegas ke mobil ketika mendengar panggilan istriku.

Dalam hati aku ngomel,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun