Serai, Tanaman Serba Bisa
Hari Minggu kemarin (6/2) hampir seharian ada aktivitas di luar rumah. Pulang sore, mau menulis lagi rasanya sudah capek, hehe... Padahal sudah mendapatkan ide tulisan baru hari itu.
Linimasa berita dari Kompas grup lagi-lagi merangsang saya untuk berbagi kisah ini. Soal tanaman serai atau sereh, yang ternyata punya khasiat lain di luar yang saya tahu selama ini.
Beberapa hari lalu, soal tanaman serai saya hanya sekadar membagikan foto di atas ke akun medsos pribadi. Menanyakan soal apakah ada pemanfaatan lain dari daun tanaman serai selain hanya dipotong demikian?
Maklumlah, tanaman ini sudah berumur cukup lama. Sudah berbulan-bulan atau mungkin sudah setahun lebih. Saya lupa persis kapan menanamnya.
Awalnya, waktu itu hanya coba-coba. Batang serainya untuk bahan memasak. Satu dua di antaranya saya potong bagian umbinya sekitar 5-7 cm. Lalu saya tancapkan di tanah dalam wadah plastik bekas. Begitu saja tanpa perawatan yang spesial. Cukup disiram kalau terlihat tanah bagian atas mengering.
Nah, dari satu tancapan tanaman itu lalu beranak pinak hingga wadahnya tak lagi muat. Berhubung sudah mengakar kuat hingga ke tanah di sekitarnya, takutnya kalau dipindah malah mati, maka sekalian saja diperlebar wadahnya. Plastiknya dilepas, ditambah tanah di sekitarannya.
Lama-lama tanaman ini terus membesar dan meninggi. Kira-kira hampir  1,75 meter yang tertinggi. Jadi terlihat rimbun.
Berhubung juga sekarang musim penghujan, angin sering berhembus kencang. Tanaman-tanaman yang tak kuar menahan beban ini mau tak mau harus dilakukan pemangkasan.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!