Mohon tunggu...
Lita Aprillia
Lita Aprillia Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Liverpudlian, kunjungi Blog Saya www.aprillitaku.net !

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Liga Tarkam, Rusuh Kok Budaya?

22 Oktober 2014   04:40 Diperbarui: 17 Juni 2015   20:11 274
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14139022351229288301

Gagalnya Timnas U-19 pada Turnament Piala Asiabeberapa hari lalu masih menyisakan kekecewaan saya pada kancah sepak bola Indonesia.Harapan terakhir saya terhadap persepakbolaan Indonesia melalui TimnasU-19 mulai Pupus. Dan ditambah sore ini saya melihat berita pertandingan antara Persipura vs Arema terjadi kericuhan, mungkin sudah tidak asing lagi pada liga Indonesia namun apakah kejadian ini harus menjadi budaya? Kerusuhan sepertinya semakin mengakar begitu kuat dalam Persepakbolaan kita. Emosi Pemain, Official dan Penonton semakin membuat saya prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia.Wasit yang berperan sebagaipemimpin pertandingan selalu menjadi kambing hitamdan keegoisan para Pemain, Official maupun pendukung yang turun ke lapangan. Menurut saya tindakan itu sangat “PRIMITIF”bagaimana Sepakbola kita mau maju,sedikit-sedikit rusuh dan tidak mauterima keputusan wasit. Ingat wasit itu juga manusia, karena sepak bola juga dimainkan oleh manusia. Wasit juga punya kekurangan. Karena kesempurnaan hanya milik tuhan semata.

[caption id="attachment_368225" align="aligncenter" width="320" caption="Kericuhan Liga Super Indonesia "][/caption]

Mendingan main tinju deh, jangan main sepak bola kalo intinya main tinju-tinjuan. Karena Sepak bola bukan hanya sebatas olahraga semata , tetapi juga harus , menjunjung sikap sportivitas. Pernah mendengar FAIR PLAY? Nih bagi yang ga tau fair play, Fair Play adalah nama sebuah program FIFA yang bertujuan untuk meningkatkan sportivitas serta mencegah diskriminasi dalam permainan sepak bola. Lalu apakah Liga yang katanya no satu di Indonesia sudah menjunjung sikap Fair Play? Sorry kalau menurut saya liga yang katanya no satu Indonesia, masih sekelas TARKAM. Tidak dewasa, seakan-akan kerusuhan sudah menjadi budaya.

Ironis, kisahperjalanan sepak bola Indonesia prestasi yang diharapkan tak kunjung datang, malah aksi-aksi anarkis dalam pertandingan sepak bola. Saya sudah tidak mau lagi bicara tentang ‘PSSI’ karena kritik saya sudah banyak untuk PSSI. Masyarakat Indonesia menginginkan suguhan tontonan yang menarik dan menghibur bukan kerusuhan yang terjadi, yangmembuat saya menjadi semakin ilfeel terhadap liga Indonesia. Sorry, jangan salahkan saya yang lebih suka liga inggris. Membayangkan keindahan permainan sepak bola di Indonesia adalah harapan setiap masyarakat pecinta sepak bola dinegeri ini. Jadi tunjukan prestasi dan hindari kerusuhan adalah harga mati yang harus diwujudkan demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun