Waktu berlibur ke Belitung saat malam hari, jalan-jalan ke alun-alun Tanjung Pandan yang bercirikan tugu batu satam. Memang disengaja ke sana bukan buat jalan-jalan sih tapi mencari makan malam. Dari hotel ke alun-alun tak begitu jauh dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Jadi jalan kaki dimulai dari hotel menuju arah ke alun-alun. Tapi sebelum sampai alun-alun ketemulah pusat jajan. Di sana dijual aneka ragam masakan. Berputarlah ke pusat jajan untuk mencari apa yang bisa dimakan malam itu. Jalan berputar sambil mata mencari apa yang bisa dimakan  malam itu.
Eh, kok terpaku pada tulisan di depan warung yang bertuliskan pampi goreng. Rasanya masih belum familiar dengan kata pampi tersebut. Pampi cukup asing dengan kata tersbut. Berembuk bersama anak dan suami, apa mau mencoba pampi goreng secara kita tidak tahu jenis masakan itu.
Akhirnya memutuskan untuk mencoba. Sesuatu yang baru harus dicoba daripada penasaran. Walau gak tahu rasanya, kalaupun tak enak yang penting sudah merasakannya.
Saat ditanya mau pesan apa? Aku bilang mau pesan pampi. Eh, penjualnya masih bertanya lagi yang goreng atau yang rebus. Karena rencana mau dimakan di hotel sambil nonton televisi, makanya dipilihlah yang goreng agar mudah memakannya.
Ternyata pampi dalam bahasa Belitung artinya kasur. Ini menurut supir yang asli Belitung yang mengantarkan kami keliling Belitung.Makin penasaran nih, kasur kok bisa dimakan. Bagaimana rasanya. Eh, ternyata pampi goreng itu sejenis mie kwitiaw khas Belitung. Ha, ha, ternyata sama hanya istilahnya saja yang lain.
Pampi ini dilengkapi dengan irisan mentimun dipotong dadu,telur diorak arik, sawi,tauge,udang,cumi dan tambahkan sambal. Bentuk mienya agak berbeda lebih besar-besar dan pendek berwarna putih berasal dari tepung beras. Rasa mienya manis dan agak kenyal sehingga membuat rasa kenyang.
Selain itu juga ada pampi rebusnya. Pampi rebus mienya direbus tapi pada pampi rebus tidak menggunakan mentimun dan telurnya tidak diorak arik. Pampi rebus ini mirip dengan mie bakso dengan gunakan mie kwietaw. Dan telurnya diceplok dan kaldunya mengggunakan kaldu sapi dan daging sapi yang dipotong tipis memanjang
 Sepertinya di Jawa belum pernah deh mendengar atau melihat yang menjual mie pampi ini. Dan rasanya cukup bisa diterima lidah, manis walau penampakannya terlalu gelap. Apa mungkin kecapnya terlalu banyak.
Ini ada sedikit  resep mie pampi, siapa tahu ada yang mau coba, tapi apa di daerah lain ada mie  kwietaw seperti yang di Belitung. Biasa juga pakai mie kwitiaw yang dijual saja.
Bahan yang digunakan;
- -250 gr kwetiau
- - 1 telur ayam
- - tauge
- - 10 gr daun cesim
- - 10 gr ayam suir atau udang atau cumi
- - 3 butir bakso atau sosis, sesuai selera, potong-potong
- - 2 siung bawang putih, keprek
- - 2 sdt minyak wijen
- - 1 sdt kecap inggris
- - 1 sdt minyak ikan
- - 1 sdt garam
- - sdt merica
- - 2 sdt kecap manis
- - air sedikit
- - minyak goreng secukupnya
- - 1 sdm mentega