Baca juga:Â Puan Maharani Capres, PDIP Potensi Kalah Pilpres 2024
Putaran pertama ada 3 atau 4 paslon, Anies, Prabowo, Â Puan dan Ganjar. Lalu putaran kedua Anies versus Prabowo. Jadi sudah bisa diprediksi siapa presiden pasca Presiden Jokowi, antara Prabowo dan Anies.
Cawapres Menjadi Kunci
Dua, tiga atau empat paslon masuk Pilpres 2024, tetap menjadi kuncian adalah siapa yang pandai memilih Cawapres, rakyat berpihak padanya.
Artinya Cawapres yang akan menjadi kendali keterpilihan di masyarakat pada Pilpres 2024 (Baca: Pilpres 2024: Cawapres Pegang Peran Penting, Salah Pilih, Kalah!).
Ini ada catatan dari penulis, bahwa Siapa Capres yang bisa menarik Cawapres yang direstui oleh PBNU atau struktural NU atau kelompok keluarga Gus Dur, kemungkinan besar itu yang berpotensi melanjutkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf 2024-2029.Â
Baca juga:Â Strategi Gus Imin Menarik Simpati Prabowo Subianto
Kita tunggu apakah Prabowo atau Anies, keduanya berpotensi didukung sama PBNU. Walau NU berada pada posisi netral, tapi ada namanya dukungan moril. Anies sebenarnya sangat mudah didukung NU, faktor Jusuf Kalla. Tapi sepertinya, NU lebih pro Prabowo, kecuali Anies tarik Khofifah Indar Parawansa jadi Cawapres. Nah ini baru seru.
Serunya kenapa? Karena akan bertemu dua paslon di Pilpres 2024 yang semuanya memiliki srikandi, yaitu Prabowo-Puan vs Anies-Khofifah. Formasi inilah yang paling ditakutkan Mantan Presiden RI ke-6 Prof. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sehingga turun gunung katanya.
Asal jangan saja Megawati dan Prabowo, menarik dan menjadikan Cak Imin menjadi Cawapres, karena Cak Imin tidak harmonis dengan PBNU atau struktural NU.
Semuanya kontra Cak Imin dan itu juga masalahnya Prabowo masih gantung Cak Imin sampai Cak Imin sibuk kesana kemari. Karena Prabowo akan hangus bila Cak Imin sebagai Cawapresnya. Struktural NU akan jauh.