Sebelum semua ini terjadi,
Aku pernah merasa baik-baik saja.
Aku pernah merasa beruntung,
Bahwa kau akan membawa kebahagiaan.
Aku pernah merasa tidak memiliki beban,
Ketika tertawa bersamamu.
Tapi itu dulu...
Sebelum akhirnya aku harus menelan pahitnya kenyataan.
Aku ini hanya perempuan biasa,
Yang juga mengharap kebahagiaan,
Ketika ada seseorang yang mengulurkan tangannya,
Untuk membawaku bersamanya,
Tentu saja aku merasa sangat bahagia.
Sangat bahagia...
Hingga aku lupa bahwa cinta yang sebenarnya,
Adalah luka..
Ini bukan yang pertama kalinya bagiku,
Karena terlalu seringnya mengalami hal yang sama,
Sampai aku hapal rasanya ditinggalkan.
Ditinggalkan itu seolah menjadi hal yang biasa bagiku.
Ya...meski rasanya masih tetap menyiksa.
Aku tidak terlalu mempermasalahkan kepergianmu,
Jika saja kepergianmu itu,
Karena kita memang tidak bisa bersama.
Sayangnya...
Aku harus menelan dalam kekecewaan,
Karena pergimu,
Untuk dia yang tidak ku ketahui namanya.
Sakit??
Ya... jelas sangat sakit,
Jika saja aku bisa memilih,
Aku lebih memilih untuk tidak pernah mau mengenalmu,
Daripada aku harus menelan kekecewaan.
Awalnya aku fikir,
Engkau adalah orang yang berbeda.
Nyatanya engkau adalah orang yang sama
Dengan yang sebelumnya.
Yang datang dengan membawa sejuta kebahagiaan,
Lalu pergi meninggalkan kekecewaan yang sama.
Terima kasih...
Terima kasih pernah hadir dan  membuatku bahagia.
Meskipun pada akhirnya,
Kisah kita tak berakhir seperti yang pernah,
Kita rencanakan bersama.
Tenang saja...
Aku telah memaafkanmu,
Tapi maaf...
Aku tidak mudah untuk melupa.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI