Luna sedang duduk termenung dalam penjara pikirannya sendiri. Dari balik jeruji angannya, ia melihat para teman seangkatannya yang sudah bisa menghirup udara bebas. Kendati mereka semua sebenarnya tertawan di waktu yang sama, tinggal Luna sendiri yang masih mendekam tanpa adanya kejelasan untuk dibebaskan.
Alasan kenapa mereka bisa tertawan adalah karena banyaknya mimpi yang telah mereka miliki dan pamerkan satu sama lain. Sayangnya, mereka tak pernah membayarkan pada Sang Pemberi Hidup, sejumlah pajak tindakan yang cukup. Akhirnya, begitu banyaknya tunggakan yang dipunyai tak sanggup mereka lunaskan.
Syukurlah, perlahan mereka bisa pelan-pelan menyicil sedikit demi sedikit demi melunasi tindakan yang mereka abaikan.
Barulah kemarin pagi, Sunny, sahabat terdekat Luna bisa bebas setelah tindakannya menunggu pagi menghasilkan cahaya yang bisa ia bayarkan pada Bumi, sang penagih pajak dari Sang Pemberi Hidup. Sunny pun kini dibebaskan untuk menyinari cakrawala seperti kerinduannya selama ini.
Sementara itu, siangnya, Bumi kembali mendapatkan bayaran lunas dari Awan. Bayarannya berupa air yang dihasilkan dari tabungan uap yang sudah disimpannya selama ini. Bumi yang terpuaskan dengan senang hati membiarkan Awan kembali bekerja di wilayah milik Angkasa.
Sementara itu, Luna pun bersiap untuk keluar dari balik penjara seperti teman-temannya tersebut. Sayangnya, Luna sudah tidak bisa keluar pada waktu siang, karena siang telah dimiliki Sunny. Ia pun tak suka berbagi tempat di Angkasa dengan sang Awan yang selalu pamer dengan banyaknya air tabungannya.
Bumi menyarankan dirinya untuk berdiam diri sejenak di waktu malam dan merenungkan semua kesalahannya. Dalam renungannya, Luna menyadari bahwa sudah sejak lama ia terlalu mengandalkan diri sendiri dan merasa tidak membutuhkan orang lain.
"Bukankah setiap makhluk selalu membutuhkan satu sama lain?" batin Luna.
Sebenarnya sudah sejak kemarin harusnya ia keluar dari ruang tahanan. Namun, ia terlalu gengsi jika harus dibantu oleh sahabatnya, Sunny.
"Bumi, kali ini biarkan aku bebas. Ini bayaranku untukmu. Biarkan Sunny membantuku dengan sinarnya. Biarkan aku berbagi tempat dengan Awan di wilayah milik Angkasa. Tempatkanlah aku di malam gelap sebab di sanalah aku akan lebih berguna," jawabnya sambil tersenyum damai.