Jika mendengar nama Teluk Buyat ingatan kita langsung tertuju pada kasus pencemaran pada tahun 2004 yang dituduhkan kepada perusahaan yang sedang beroperasi di Minahasa yaitu PT Newmont Minahasa Raya. Beberapa penduduk sempat protes kepada perusahaan tersebut karena menilai penempatan tailing di laut menjadi penyebab pencemaran tersebut. Kasus ini semakin ramai dan menjadi isu nasional. PT NMR bersikeras bahwa tailing yang ditempatkan di teluk Buyat sudah melalui proses penyaringan dan sesuai dengan peraturan dari kementrian lingkungan hidup. Kasus ini bahkan masuk sampai pengadilan, hingga direktur utama PT NMR sempat masuk penjara. Namun setelah melalui serangkaian sidang yang cukup alot dengan menghadirkan saksi ahli dari berbagai universitas ternama di Indonesia, bahkan WHO dari badan PBB pun ikut turut menjadi saksi dan hasil akhirnya PT NMR tidak terbukti melakukan pencemaran dan divonis bebas. Saat ini PT NMR sendiri sudah tidak beroperasi lagi, bukan karena kasus pencemaran di atas, namun karena kandungan persediaannya memang sudah habis. Secara resmi pada tahun 2006 tambang ditutup, namun PT NMR tidak akan meninggalkan eks areal pertambangan begitu saja karena mempunyai kewajiban untuk mengembalikan fungsi areal tersebut seperti semula yaitu hutan belantara. Targetnya adalah sepuluh tahun dari saat itu yaitu tahun 2016, yang berarti tahun depan. Nah bagaimana kondisi eks area pertambangan tersebut saat ini? Selama masa reklamasi PT NMR sudah melakukan penanaman kembali pohon-pohon di areal bekas tambang seluas sekitar 240 hektar dan saat ada sekitar 260.000 pohon yang tumbuh bermanfaat untuk ekologi disekitarnya. [caption id="" align="aligncenter" width="320" caption="Kondisi Hutan di Minahasa eks Tambang Newmont tahun 2013 "][/caption] Dengan adanya hutan tersebut otomatis flora dan fauna juga kembali beraktifitas seperti burung, serangga dan spesies Tarsius, hewan langka khas dari Sulawesi. [caption id="" align="aligncenter" width="235" caption="Beberapa flora dan fauna di eks kawasan tambang Newmont"]
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI