Mohon tunggu...
Catatan

Celah Bahagia Puncak Kesedihan

20 Mei 2015   12:16 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:47 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Selama masih ada celah untuk bahagia saat ini, Bahagialah . . .

Biarlah berbagai ujian datang dari segala arah.

Selama cinta NYA masih dalam pelukan.

Semuanya akan selesai meninggalkan pembelajaran

Status Hannah ini diposting dalam FB pada 17 Mei 2015 pada jam 22 : 15

Celah Bahagia

- Nilai UN Tertinggi (Insya Allah Semoga Lulus)

Hari itu untuk memberitakannya adalah suatu hal yang tidak mungkin, biasanya Ayahlah yang paling telaten menanyakan nilai putera / puterinya kali ini kebanggaan itu seperti kosong dan hampa meskipun mendapat nilai tertinggi.

- Datang Ponakan Baru ( Ade Afkar plus Ade Dzakira)

Suatu hal yang sebelumnya tidak terbayangkan dalam bulan yang sama keluarga besar kami dianugerahi kehadiran dua cucu Ayah dan Bunda yang sehat – sehat.

Si Adek kecil Afkar adalah putera pertama dari Kakak sulung Mas Cici dengan berat badan sekitar tiga kiloan; kemudian hadir pula bayi tembem Dzakira Nurulzahra dengan berat badan tiga koma sembilan.

- Utuhnya Keluarga Besar

Meskipun Ayah telah pergi menghadap kehadirat Nya, kami masih tetap menjadi keluarga besar masih dengan tujuh orang kakak dan empat orang adik.

Sungguh suatu limpahan kasih sayang Allah yang tidak bisa dihitung dengan angka atau rumus matematika.

Merupakan satu kebanggaan tersendiri.

Ujian datang

- Tahkrij Hadist Belum selesai

Tidak sebagaimana tahun – tahun sebelumnya kali ini salah satu persyaratan kelulusan di pondok adalah mengerjakan tahkrij hadist ; sesungguhnya kendala ini dialami oleh semua santri dari sejumlah santri kelas dua belas angkatan 2015, sepengetahuan Hannah hanya satu orang saja yang bisa menyelesaikannya.

Perasaan kesal karena pelajaran ini sesungguhnya sulit dipahami, dominan faktor guru yang tidak komunikatif terhadap para santri khususnya terkait metode penyampaian yang kering – kerontang seperti tumbuhan yang tidak pernah tersentuh air.

- SBMPTN

Tampaknya SBMPTN akan menjadi tantangan terberat tahun ini dengan dua konsekwensi : jika lulus jadi mahasiswa, jika tidak lulus jadi pengangguran. #dheuh !

- Pengangguran Penting

Rencana – nya kalau jadi pengangguran, minimalnya ke Pare nambah – nambah vocab meskipun tidak level akan tetapi penting untuk jadi pengangguran disaat musim jika tidak masuk SBMPTN. #nasiiib.

Puncak Kesedihan

- Ditinggal Ayah Pergi ;

Sepekan menjelang UN, Ayah pergi.

Berat dipikul di badan dan demikianpun di jiwa, sulit diungkapkan saat ini, kesimpulannya PERIH.

“sakitnya tuuuh disiniiiii”

Kirim do’a untuk Ayah yang hebat bertanggung jawab, setia dan mengayomi kami semua putera / puterinya.

“Allohummaghfirlahum waafiihi wa’fuu anhum . . .”

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun