Mohon tunggu...
Hani Subakti
Hani Subakti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pembangunan Jaya

Halo! Saya Hani Subakti, seorang penulis bersemangat yang berbagi pemikiran, cerita, dan pandangan hidup melalui platform Kompasiana.com. Dengan pena saya, saya berusaha menyentuh hati pembaca dengan kata-kata yang bermakna dan memotivasi. Setiap tulisan saya merupakan cerminan dari pengalaman, refleksi, dan penelitian yang saya lakukan untuk memberikan konten yang informatif dan menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Makin Dewasa, Makin Sedikit Punya Teman? Ternyata Ini Alasan Dibalik Itu Semua!

13 Desember 2023   15:41 Diperbarui: 13 Desember 2023   15:45 174
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketika langkah kita semakin mantap memasuki fase kedewasaan, tak jarang terdengar keluhan bahwa jaringan pertemanan justru semakin menyusut. Apakah ini hanya sekadar kebetulan, atau memang ada fenomena menarik yang terjadi di balik hubungan sosial kita? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi alasan-alasan menarik yang mungkin menjadi penyebab semakin sedikitnya teman saat kita tumbuh dewasa. 


1. Sibuk dengan Urusan Masing-Masing

Dewasa berarti menghadapi tanggung jawab, dan seringkali, tanggung jawab tersebut memakan banyak waktu dan energi. Pekerjaan, keluarga, dan urusan pribadi masing-masing menjadi prioritas utama. Kita tidak lagi memiliki waktu luang yang berlimpah seperti saat remaja. Meski ingin menjaga hubungan sosial, kadang kala sibuknya rutinitas membuat kita menemukan diri kita terisolasi secara perlahan. Ini bukan tentang menghindari teman, melainkan bagaimana kita belajar berdampingan dengan segala tugas dan tanggung jawab yang membangun hidup dewasa.

2. Punya Minat dan Tujuan Hidup yang Berbeda

Dalam perjalanan hidup, kita semua menemukan minat dan tujuan yang berbeda. Hal ini adalah hal yang alami dan menyenangkan, namun, bisa membuat kita bergerak di jalur yang berbeda dengan teman-teman kita. Mungkin seseorang mengejar karier di kota besar, sementara yang lain memilih hidup tenang di pedesaan atau dengan urusannya masing-masing. Perbedaan minat dan prioritas ini secara alami mempengaruhi seberapa sering kita bersua dan berbagi momen bersama. Kita belajar menerima bahwa pertemanan punya dinamika perjalanan hidup masing-masing.

3. Tuntutan Hidup yang Semakin Banyak

Seiring bertambahnya umur, beban hidup juga cenderung bertambah. Masalah keuangan, pekerjaan, dan berbagai tuntutan lainnya bisa membuat seseorang merasa terjebak dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Dalam situasi ini, fokus untuk menjaga pertemanan mungkin tidak selalu menjadi prioritas utama. Kehidupan yang padat dan cepat kadang membuat kita lupa untuk merawat hubungan sosial, yang akhirnya bisa menyebabkan pertemanan terlupakan.

4. Lelah dengan Berbagai Macam Drama Pertemanan

Pertemanan tidak selalu indah dan menyenangkan. Beberapa di antaranya diliputi oleh drama, konflik, atau ketidakcocokan. Seiring berjalannya waktu, sebagian dari kita mungkin merasa lelah dengan dinamika yang rumit tersebut. Kita memilih kedamaian dan kenyamanan hidup tanpa harus terlibat dalam setiap drama pertemanan. Lebih baik sendirian daripada terjebak dalam lingkaran drama yang tak kunjung berakhir.

Dalam perjalanan menuju kedewasaan, kita belajar untuk menerima bahwa pertemanan bisa berubah seiring waktu. Meskipun semakin sedikit teman bukan berarti kita lebih kurang berharga, namun lebih kepada fokus pada hubungan yang berkualitas dan memberikan dampak positif dalam hidup kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun