Penting untuk dicatat bahwa meskipun rokok elektrik sering dianggap sebagai alternatif yang lebih tidak berbahaya daripada merokok, rokok elektrik bukannya tanpa resiko.
Rokok elektrik ini juga memiliki beberapa hal menarik yang mungkin belum banyak diketahui, antara lain:
Ras Liquid
Hal ini yang membuat perbedaan antara rokok elektrik dan rokok tradisional yang menggunakan tembakau. Rokok elektrik ini bisa digunakan dengan memilih rasa liquid sesuai selera. Mulai dari rasa coklat, vanila hingga buah-buahan dan rasa lainnya. Harga cairan pun bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.
Liris Laporan WHO
Semakin maraknya penggunaan rokok listrik, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis anjuran untuk tidak menggunakan rokok elektrik di dalam ruangan karena rokok elektrik dapat mengeluarkan racun seperti rokok pada umumnya.
Rokok elektrik menyebabkan cedera yang tidak diinginkan
CDC mencatat rokok elektrik dilaporkan menyebabkan cedera yang tidak diinginkan. Cedera disebabkan baterai rokok elektrik yang rusak menyebabkan ledakan dan kebakaran, beberapa di antaranya mengalami cedera serius. Sebagian besar ledakan terjadi saat baterai sedang diisi.
Selain itu, paparan nikotin akut juga berbahaya bagi kesehatan. Terdapat laporan bahwa anak-anak dan orang dewasa mengalami keracunan nikotin akibat menelan atau menghirup cairan serta cairan yang terserap melalui kulit atau mata. Â
Meskipun sepertinya rokok elektrik ini dianggap lebih aman daripada rokok tembakau tradisional, ada bahaya terkait dengan penggunaan rokok elektrik yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan rokok elektrik:
Efek jangka panjang pada kesehatan