Saya tersentak dan membuat pandangan saya terarah kepada sang nara sumber, awalnya saya tidak langsung menerima dan saya masih tetap meyakini bahwa guru-guru tidak ada yang melakukan seperti pelanggaran yang dilakukan oleh para siswa.
Kemudian alam bawah sadar saya mengirim pesan tentang teori perembesan dan pantulan cermin.
PEREMBESAN TIDAK HANYA AIR
Teori perembesan memang berasal dari air yang merembes dari lalu menetes dan membasahi sekitar. Hal ini disebabkan banyak celah yang memungkinkan air mengalir dari celah-celah yang kurang rapat.
Dalam kontek pendidikan perembesan berlaku kepada apa saja yang dikatakan dan dilakukan oleh guru. anak-anak lebih mudah diingatkan oleh guru dan dinasihatinya dari pada orang tuanya.
Ucapan guru akan mematri dalam memori peserta didiknya, karena hindari guru bercerita tentang hal-hal yang tidak baik, atau kadang tujuannya baik, misal memberi semangat dan bangga dengan masa lalunya. Maka berhati-hatilah guru dalam memotivasi anak serta bercerita masa lalunya.
Memang tidak banyak yang disadari bahwa apa yang dilakukan oleh guru dipraktekkan juga oleh murid.
Teori perembesan ini bisa berjalan dengan lancar, karena ketika ada pelanggaran yang dilakukan oleh siswa bersamaan dengan itu pula guru melakukan hal yang sama (walau sembunyi-sembunyi), maka otomatis guru tidak akan berdaya menegakkan peraturan apalagi memberi sangsi.
Perembesan ini sejatinya sudah bisa dirasakan dalam situasi yang ada di sekolah, para guru yang baik akan memancarkan aura yang terang dan kelihatan cerah dan seterusnya.Â
MURID BERCERMIN KEPADA GURU
Ada yang diidolakan dan ada guru yang kurang memberi pesona, keduanya akan memantulkan cahaya yang berbeda, betapa para siswa akan melihat sosok guru sebagai cermin untuk diterapkan pad diri anak itu sendiri.