Untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak Pemerintah akan menaikkan cukai rokok, dengan besaran yang bervariasi tergantung jenis rokok yang beredar di masyarakat.
Ada tujuan lain dari kenaikan cukai rokok selain peningkatan pemasukan dari  sektor pajak adalah menurunkan perokok usia muda yang cendrung semakin naik dari tahun ke tahun, namun apakah kenaikan cukai rokok yang pasti akan berimbas pada kenaikan harga rokok berpengaruh terhadap penurunan pengguna rokok? Belum tentu atau bahkan bisa dikatakan pengguna rokok akan naik jumlahnya, pendapatan pabrik rokok akan meningkat, meskipun pendapatan negara juga akan meningkat.
Indonesia menjadi negara ketigajumlah perokok terbanyak di dunia (nomo 1 Cina, kedua India), dengan jumlah perokok hampir 70 juta orang dari berbagai kelompok usia, baik pria maupun wanita.
Sebagai gaya hidup kebiasaan merokok menjadi sesuatu yang harus dipenuhi, tak peduli apapun kondisinya baik saat sehat maupun sakit, baik dalam kondisi keadaan ekonomi membaik atau sedang resesi, sebagai gaya hidup kebutuhan merokok harus dilakukan seriap hari bahkan untuk perokok berat (pecandu rokok) sehari bisa menghabiskan 3-5 bungkus rokok yang harus mereka beli dengan harga yang tidak murah.
Kenaikan harga rokok yang diakibatkan oleh rencana kenaikan cukai rokok oleh Pemerintah, tidak akan menyurutkan para perokok untuk tetap merokok, berapapun harga rokok yang harus mereka beli.
Orang yang sudah menganggap rokok sebagai kebutuhan, sebagai hobi dan bahkan bagian dari gaya hidupnya tidak terpengaruh dengan harga rokok.
Lantas apakah kenaikan cukai rokok akan berpengaruh terhadap penurunan perokok pemula?
Jumlah peroko aktif di Indonesia berjumlah 70,2 juta orang dewasa (sumber kemenkes tahun 2021), sedangkan jumlah perokok anak juga terus meningkat dengan . Survey dari Risdeknas (Riset Kedehatan Dasar) dan Siskernas (Sentra Informasi Keracunan Nasional) dari BPOM menyebutkan ada 3 dari 4 anak mulai merokok di usia kurang dari 20 tahun.
Rokok Indonesia telah membunuh 290.000 orang pertahun, dan menjadi penyebab kematian terbesar akibat penyakit tidak menular.