Menjadi pendukung Liverpool itu tidak mudah. Harus siap mental. Tidak baperan. Lha wong tim yang sekota dengan The Beatles ini memang  gemar membuat jantung pendukungnya dag dig dug.Â
Sudah sering, fans Liverpool berada dalam situasi harap-harap cemas tingkat akut. Utamanya bila mengikuti penampilan Liverpool di babak penting Liga Champions.
Masih belum lupa. Di Istanbul, Turki, pada 14 tahun silam, Liverpool meraih gelar kelima mereka di Liga Champions dengan cara yang 'gila'. Mereka tertinggal 0-3 di babak pertama dari AC Milan yang sepertinya akan bisa juara dengan mudah.
Bisa dibayangkan bagaimana situasi emosional fans Liverpool kala itu. Mungkin mereka sudah pasrah. Yang terjadi, Liverpool ternyata bisa menyamakan skor di babak kedua hanya dalam waktu sembilan menit saja. Lantas, memenangi adu penalti.
Bahkan, ketika Liverpool meraih gelar keenam mereka di Madrid pada 1 Juni 2019 lalu, mereka sejatinya juga nyaris tersingkir cepat. The Reds sempat terancam gagal lolos dari penyisihan grup.
Mereka sempat berada di 'tepi jurang' dengan kemungkinan selamat hanya satu: menang di laga terakhir. Yang terjadi, gol tunggal Mo Salah membawa Liverpool mengalahkan Napoli 1-0 dan lolos ke babak 16 besar.
Nah, situasi mencekam tahun lalu, ternyata kembali berulang di Liga Champions musim ini. Liverpool yang berada di Grup E, lagi-lagi terancam gagal lolos ke babak 16 besar. Ditahan Napoli 1-1 di Anfield pada matchday V 28 November lalu, membuat Liverpool bak berada di pinggir jurang. Mereka rentan terperosok.
Laga matchday akhir akan menjadi pertaruhan terakhir bagi Liverpool. Dan, sialnya, pertaruhan terakhir kali ini tidak dimainkan di Anfield. Justru, Liverpool harus away ke markas tim yang juga butuh menang untuk lolos ke fase knock out.
Situasi seperti itulah yang dihadapi Liverpool pada matchday terakhir fase grup Liga Champions yang dimainkan tengah pekan ini. Liverpool datang ke markas tim Austria, Salzburg, Rabu (11/12) dini hari, dengan target tidak boleh kalah.
Andai kalah, tim asuhan Juergen Klopp ini harus mengucap selamat tinggal kepada Liga Champions. Poin Liverpool (10) dan Salzburg (7) akan sama. Tapi, Salzburg sangat mungkin menang head to head gol atas Liverpool karena hanya kalah 3-4 di Anfield. Sementara di saat bersamaan, Napoli (9 poin) sangat mungkin menang karena 'hanya' menjamu tim juru kunci, Genk.
Yang terjadi, Liverpool membuktikan bahwa mereka memang senang membuat fans mereka berharap-harap cemas. Membiarkan fans dag dig dug lantas, dikirimi kabar bahagia. Ya, Liverpool menang 2-0 di markas Salzburg lewat dua gol dalam dua menit yang dicetak Naby Keita menit ke-57 dan Mo Salah menit ke-58.
Gol Salah menjadi sorotan. Bukan karena kontroversi. Tapi karena kejeliannya dalam menempatkan bola ke gawang meski sudut tembaknya sangat sempit. Setelah melewati kiper Salzburg di sisi kiri gawang, pergerakan Salah masih dibayangi beberapa bek Salzburg. Penyerang asal Mesir ini ternyata mampu mengarahkan bola ke gawang meski seolah tidak masuk akal. Silahkan lihat cuplikan golnya di channel Youtube.
Sementara di stadion San Paolo di Kota Naples, Napoli yang dilatih Carlo Ancelotti, menutup fase grup dengan kemenangan 4-0 atas Genk lewat hat-trick penyerang Polandia, Arkdiusz Milik. Setelah musim lalu gagal lolos di laga akhir, Ancelotti kini bisa membawa Napoli ke babak 16 besar.
Hasil akhir di Salzburg itu membuat Liverpool selamat dari kemungkinan tercebur ke jurang. Bahkan, Liverpool lolos sebagai juara grup. Artinya, mereka akan menghadapi tim runner-up di babak 16 besar.
"Seperti inilah akhir ceritanya. Kami sekali lagi bisa menghadapi situasi sulit dengan baik," ujar Jordan Hendersin, kapten Liverpool seperti dikutip dari liverpoolfc.com.
Kisah dramatis Atalanta, lolos setelah berada di ujung tanduk
Liverpool tidak sendirian menjadi tim yang menolak terjerumus ke jurang. Kisah menolak terperosok meski telah berada di tepian jurang, juga diperlihatkan tim Spanyol, Valencia di Grup H. Tim berlogo kelelawar ini lolos ke babak 16 besar berkat kemenangan tak terduga.
Sebelum pertandingan, Valencia hanya berada di peringkat tiga Grup H. Mereka memiliki poin sama dengan Chelsea (8 poin). Namun, di laga akhir, Chelsea diuntungkan karena menjamu tim terlemah di grup ini, Lille asal Prancis.
Sementara Valencia harus away ke Amsterdam, menghadapi Ajax Amsterdam yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos. Sebelum laga, hingga matchday V, Ajax memimpin klasemen Grup H dengan 5 poin. Merujuk pada tingkat kesulitan di matchday terakhir, Ajax dan Chelsea diprediksi akan lolos.
Yang terjadi, Valencia menolak 'skenario' itu. Di Amsterdam Arena, Rabu (11/12) dini hari, gol Rodrigo di menit ke-24 membawa Valencia menang sekaligus lolos ke babak 16 besar sebagai juaragrup. Sementara Ajax yang merupakan semifinalis musim lalu, tersingkir.
Namun, dari sekian kisah tim yang menolak menyerah meski sudah berada di tepi jurang pada laga akhir penyisihan grup Liga Champions, tidak ada yang lebih dramatis dari kisah tim Italia, Atalanta. Ya, Atalanta membuat cerita hebat.

Di Grup C, Manchester City sudah memastikan lolos sebagai juara grup. Sementara predikat runner-up diperebutkan tiga tim. Yakni Shaktar Donetsk (6 poin), Dinamo Zagreb (5 poin) dan Atalanta (4 poin).
Merujuk pada komposisi di klasemen itu, untuk bisa lolos ke babak 16 besar, Atalanta butuh keajaiban tingkat tinggi. Tidak hanya satu, tapi dobel. Selain harus menang di markas Shaktar Donetsk, Atalanta juga masih harus berharap Dinamo Zagreb tidak menang saat menjamu Manchester City.
Ternyata, di laga terakhir Grup E yang dimainkan Rabu malam (11/12) malam waktu Eropa atau Kamis (12/12) dini hari waktu Indonesia, semesta berpihak pada Atalanta.
Atalanta meraih kemenangan 3-0 di markas Shaktar lewat tiga gol di 25 menit akhir. Sementara di saat hampir bersamaan, Dinamo Zagreb kalah 1-4 dari Manchester City. Maka, Atalanta yang sebelumnya berada di tepi jurang, langsung melejit ke posisi 2. Atalanta mendampingi Manchester City yang lebih dulu memastikan lolos.
Atalanta menjadi tim kedua sepanjang sejarah Liga Champions yang lolos ke babak knock out setelah mengalami tiga kekalahan di penyisihan grup. Sebelumnya, tim Inggris, Newcastle United pernah melakukan hal serupa di fase grup Liga Champions 200203.
Italia punya tiga wakil di babak 16 besar
Lolosnya Atalanta dan Napoli membuat Italia punya tiga wakil di babak 16 besar. Satu wakil lainnya adalah Juventus. Dini hari tadi, Juventus memastikan lolos sebagai juara Grup D usai mengalahkan tuan rumah Bayer Leverkusen 2-0 lewat gol Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain.
Menariknya, dari empat tim Italia yang tampil di fase grup, hanya Inter Milan yang gagal lolos. Padahal, Inter merupakan pemimpin klasemen sementara Liga Italia. Inter gagal lolos setelah dikalahkan Barcelona 1-2 di kandang sendiri pada mathcday terakhir (11/12).
Tampilnya tiga tim Italia di babak 16 besar ini menjadi cerita baru. Bahwa Liga Serie A Italia yang selama ini levelnya dianggap menurun, ternyata tidak seburuk perkiraan orang. Faktanya, kualitas tim Italia mampu bersaing di Eropa. Â
Selain tiga tim dari Italia, 13 tiket di babak 16 besar Liga Champions direbut oleh empat tim Inggris. Yakni Liverpool, Manchester City, Tottenham Hotspur dan Chelsea. Spanyol juga punya empat wakil. Yakni Barcelona, Valencia, Real Madrid, dan Atletico Madrid.Â
Lalu, Jerman punya tiga wakil atas nama Bayern Munchen, RB Leipzig, dan Borussia Dortmund. Adapun dua tiket lainnya jadi milik dua tim Prancis, Paris Saint Germain dan Olympique Lyonnais.
Cerita berikutnya adalah drawing babak 16 besar yang akan digelar di Nyon, Swiss pada Senin, 16 Desember mendatang. Ke-16 tim yang lolos akan menunggu lawan. Aturannya, tim juara grup akan bertemu tim runner-up. Namun, tidak ada pertemuan tim senegara. Dan tim yang sudha satu grup di penyisihan, tidak akan lagi bertemu.
Pelatih Atalanta, Gianpiero Gasperini menyebut timnya siap bertemu tim manapun. Meski, sangat mungkin Atalanta bertemu tim kuat. Merujuk para juara grup, kecuali Juventus dan Manchester City, maka Atalanta bisa bertemu Paris SG, Bayern Munchen, Liverpool, Barcelona, Leipzig atau Valencia.
"Kami tidak peduli siapa yang akan menjadi lawan kami. Semuanya tim kuat. Sekarang, kami hanya ingin menikmati keberhasilan ini. Kami bahagia bisa lolos dan berharap fans kami bisa datang ke kota indah saat away nanti," ujar Gasperini dikutip dari football-italia.net.
Ah, sepak bola memang acapkali menyajikan cerita heroik. Kisah mereka yang diremehkan lantas meraih hasil menggembirakan. Seperti frasa yang sering kita dengar. Bahwa, tidak ada yang tidak mungkin terjadi di sepak bola selama belum mau menyerah.Â
Kini, masih ada tiga hari sebelum babak drawing. Apakah sampean (Anda) sudah punya gambaran siapa akan bertemu siapa. Salam.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI