Mohon tunggu...
Gus Noy
Gus Noy Mohon Tunggu... Administrasi - Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim sejak 2009, asalnya Kampung Sri Pemandang Atas, Sungailiat, Bangka, Babel, dan belasan tahun tinggal di Yogyakarta (Pengok/Langensari, dan Babarsari).

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Perangkap Diri

13 Juli 2019   19:39 Diperbarui: 13 Juli 2019   19:39 34
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Jauh melabuhkan sauh
Harap saujana berhijau penuh
Padi umbi sayur susu madu takpernah punah

Sauh tersangkut karang
Patah pangkalnya bocorlah perahu
Tak sudi karam diterkam air garam
Berenanglah aku ke tepian

Tanah saujana tak sama harapan
Hanya debu nan riuh kuseduh
Orang-orang pulau berpegang kayu
Sekujur badanku melepuh keluh

Ingin 'ku pulang ke tanah pusaka
Meski bergelisah gelimang getir
Usus-usus tak 'kan memuntir-muntir

Jauh melabuhkan harap
Hanya menjelma sebuah perangkap
Tiada jalan pulang
Batu-batu membujuk-bujuk perut
Terkepung geram gelombang laut dalam

*******
Kupang, 13 Juli 2019

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun