Mohon tunggu...
gusmira wita
gusmira wita Mohon Tunggu... -

mahasiswa sosiologi universitas negeri padang

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Ideologi, Strategi, dan Politik

23 Mei 2012   11:57 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:55 1162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering



Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Ideology dapat dianggap sebaggai visi yang komprehensif, sebaggai cara memandang segala sesuatu atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk memberikan perubahan melalui proses pemikiran normative.

Secara harfiah (etimologi) makna ideologi dipakai untuk menunjukan kelompok ide-ide yang teratur mengenai bermacam-macam masalah pollitik, ekonomi dan social; asas haluan; pandangan hidup dunia.

Selain itu ideologi juga dapat diartikan sebagai tatanan nilai yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pedoman untuk menjalankan kehidupan bersama dalam rangka meraih harapan-harapan yang dicita-citakan bersama.

Beberapa definisi lain tentang ideologi menurut beberapa ahli, sebagai berikut:

1. Karl Mannheim mendefinisikan ideologi sebagai system ide yang menghasilkan perilaku yang mempertahankan tatanan yang ada. Menurutnya, ideologi mencerminkan ide bahwa kelompok penguasa sangat tertarik pada situasi dimana mereka tidak mampu lagi melihat fakta tertentu yang dapat merusak pengertian mereka tentang dominasi.

2. Lerner mendefinisikan ideologi adalah “senjata ampuh” dan manusia memiliki ide, baik untuk memahami maupun untuk mengendalikan kehidupan mereka atau ide dapat menguasai manusia.

Jadi, ideologi muncul dari tatanan dan cendrung melestarikan tatanan yang ada denganadanya legitimasi untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam sebuah organisasi serta harus diperjuangkan oleh individu.

Salah satu cara ideologi mempermudah perubahan adalah dengan menciptakan solidaritas. Ideologi nasional telah menciptakan masyarakat yang bersatu. Bangsa-bangsa yang sedang membangun maju ke depan dengan menempuh jalan yang berlainan, tetapi syarat pembangunan adalah kesatuan ideologi pemimpin dan pengikutnya. Nasionalisme mampu mempermudah penyatuan, sebab nasionalisme cenderung membangkitkan solidaritas dan mensahkan sentralisasi kekuasaan.

Menurut Weber ideologi dapat dikaitkan dengan rationalisasi. Rationalisasi berarti pertimbangan-pertimbangan yang dibuat sebelum orang melakukan sesuatu. Pertimbangan-pertimbangan itu menyangkut tujuan sebuah tindakan dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu.

Kemudian Weber memperluas pembahasan tentang hal tersebut ke dalam institusi-institusi politik. Dia membedakan tiga macam otorita ke dalam institusi politik yaitu, otoritas tradisional, otoritas kharismatik, dan otoritas rational legal. Dalam otoritas rational legal seorang pemimpin dipilih berdasarkan undang-undang yang dibuat berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rastional.

Selain itu kita juga perlu memahami maksud dari strategi. Kata “strategi” berasal dari turunan kata bahasa Yunani, “stratēgos”. yang dapat diterjemahkan sebagai ‘komandan militer’ pada zaman demokrasi Athena.

Gluekc berpendapat bahwa strategi merupakan Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989).

Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:

1. Pengertian Umum

Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

2. Pengertian khusus

Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

Sejalan dengan strategi juga dikenal istilah polotik. Politik dapat didefenisikan sebagai suatu macam kagiatan yang dilakukan pada suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan dan bagaimana mencapai tujuan tujuan tersebut.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun