4. Perawatan tanaman. Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup setiap harinya. Lakukan penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Siram air secara merata pada seluruh bagian tanaman.
5. Pemupukan. Lakukan pemupukan organik dengan memberikan kompos atau pupuk kandang setiap 1-2 bulan untuk mendorong pertumbuhan tanaman.
6. Pengendalian hama dan penyakit. Jaga kebersihan lahan budidaya dan lakukan pemantauan secara rutin terhadap tanaman untuk mencegah serangan hama dan penyakit.Â
Jika ditemukan hama atau penyakit, lakukan tindakan pengendalian yang tepat seperti pemangkasan daun yang terinfeksi atau penggunaan insektisida alami.Â
Kandungan Brotowali
Pemanfaatan brotowali sebagai obat tradisional mengundang banyak orang untuk melakukan penelitian. Â Tanaman ini sering dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, baik penyakit dalam maupun penyakit luar.
Merujuk pada lindungihutan.com, beberapa penelitian mengungkap adanya senyawa-senyarwa tertentu yang dikandung oleh brotowali dan dapat dijadikan sebagai obat-obatan.
Senyawa-senyawa bermanfaat tersebut di antaranya adalah alkaloid, saponin, flavonoid, dan damar lunak. Selain itu, terdapat juga kandungan pati, glikosida, harsa, alkaloid berbarin, palmatin dan kalumbin.
Sementara, senyawa yang membuat brotowoli terasa begitu pahit adalah pikroretin.Â
Pemanfaatan BrotowaliÂ
Brotowali atau Tinospora crispa dapat dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Terutama membantu menjaga kesehatan tubuh. Cara konsumsinya pun bisa dibuat variasi.Â
Berikut ini beberapa pemanfaatan brotowali dalam kehidupan sehari-hari yang mana brotowali dapat diperoleh dari hasil koleksi tanaman apotek hidup di pekarangan kita.Â