Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - Pegiat ComDev, Petani, Peternak Level Kampung

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Spekulasi Para Spekulan Berbuntut Penimbunan Barang

2 April 2022   17:00 Diperbarui: 2 April 2022   18:31 359
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Peningkatan permintaan ini, membuat para spekulan untuk memperkirakan, kapan puncak kenaikan harga akan terjadi sehingga pada saat terjadi puncak kenaikan harga, produk mereka pun dikeluarkan dari gudang penimbunan.

Kasus minyak goreng yang langka sebelum pencabutan HET dan bertumpuk kembali setelah itu, adalah contoh permainan spekulan juga. 

Menahan dan menimbun produk tertentu untuk didistribusikan kembali pada saat yang tepat, dengan harga yang baru. Yang dipikirkan oleh para spekulan adalah bagaimana meraup keuntungan sebanyak mungkin dari ketidakteraturan distribusi produk.

Ada Spekulan Dibalik Langkanya BBM

Permainan cantik para spekulan dapat juga dilihat pada cara mereka menimbun BBM. Beberapa kasus yang sempat dipublikasikan oleh berbagai media massa, menunjukkan kelangkaan BBM seringkali karena ulah para spekulan.

Berita dari kalbar.inews.id pada tanggal 24 Januari 2022 misalnya, menginformasikan bahwa saat itu terjadi aksi borong dan perulangan pembelian BBM bersubsidi oleh spekulan lalu dijual kembali kepada industri dengan harga yang lebih tinggi. Akibatnya, terjadi antrian panjang di beberapa SPBU.

Bukan hanya di Kalbar. Sejak pengumuman kenaikan pertamax, Solar mulai langka. Padahal selalu ada quota solar untuk setiap SPBU. Nyatanya, banyak yang  antri, bahkan sering kali BBM yang diincar sudah habis sebelum mengisi.

Bisakah mafia dan para spekulan ini ditelusuri dengan serius lalu ditindak dengan tegas? 

Pemerintah sudah seharusnya meningkatkan pengawasan mereka, sering melakukan operasi untuk menemukan dimana para spekulan menimbun produk-produk ini.

Antri BBM pasca pengumuman kenaikan Pertamax. Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Antri BBM pasca pengumuman kenaikan Pertamax. Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Paling tidak, beban masyarakat tidak bertambah selama bulan Ramadhan dan lebaran tahun ini. Beramai-ramai harga barang di pasar pun naik. Sementara pendapatan masyarakat tetap sama, tidak naik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun