Peningkatan permintaan ini, membuat para spekulan untuk memperkirakan, kapan puncak kenaikan harga akan terjadi sehingga pada saat terjadi puncak kenaikan harga, produk mereka pun dikeluarkan dari gudang penimbunan.
Kasus minyak goreng yang langka sebelum pencabutan HET dan bertumpuk kembali setelah itu, adalah contoh permainan spekulan juga.Â
Menahan dan menimbun produk tertentu untuk didistribusikan kembali pada saat yang tepat, dengan harga yang baru. Yang dipikirkan oleh para spekulan adalah bagaimana meraup keuntungan sebanyak mungkin dari ketidakteraturan distribusi produk.
Ada Spekulan Dibalik Langkanya BBM
Permainan cantik para spekulan dapat juga dilihat pada cara mereka menimbun BBM. Beberapa kasus yang sempat dipublikasikan oleh berbagai media massa, menunjukkan kelangkaan BBM seringkali karena ulah para spekulan.
Berita dari kalbar.inews.id pada tanggal 24 Januari 2022 misalnya, menginformasikan bahwa saat itu terjadi aksi borong dan perulangan pembelian BBM bersubsidi oleh spekulan lalu dijual kembali kepada industri dengan harga yang lebih tinggi. Akibatnya, terjadi antrian panjang di beberapa SPBU.
Bukan hanya di Kalbar. Sejak pengumuman kenaikan pertamax, Solar mulai langka. Padahal selalu ada quota solar untuk setiap SPBU. Nyatanya, banyak yang  antri, bahkan sering kali BBM yang diincar sudah habis sebelum mengisi.
Bisakah mafia dan para spekulan ini ditelusuri dengan serius lalu ditindak dengan tegas?Â
Pemerintah sudah seharusnya meningkatkan pengawasan mereka, sering melakukan operasi untuk menemukan dimana para spekulan menimbun produk-produk ini.
Paling tidak, beban masyarakat tidak bertambah selama bulan Ramadhan dan lebaran tahun ini. Beramai-ramai harga barang di pasar pun naik. Sementara pendapatan masyarakat tetap sama, tidak naik.Â