Mohon tunggu...
Dessy farianti
Dessy farianti Mohon Tunggu... Lainnya - Tidak ada yg ingin ku bagikan kecuali puisi. Belajar menulis puisi

mengabadikan puisi puisiku dan membagikannya

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebuah Peristiwa

4 Februari 2021   16:53 Diperbarui: 4 Februari 2021   17:24 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Habis sudah usia di makan waktu 

Ruhnya di cabut malaikat maut

Tubuh kaku, biru membeku 

Lalu sepasang mata menangkap jasadnya sendiri

Di balut kain putih yang tak pernah ia beli 

Di bentuk menjadi sosok yang ia takuti 

Di sisinya orang-orang tercinta berduka 

Menangis, menjerit, pilu merana

Merapalkan doa-doa

Berharap kedamaian untuknya

Ayat-ayat pun terdengar di ucap meratap 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun