Detik.com melansir, bahwa per 30 Juni 2016, persentase proyek pembangkit 35000 MW yang sudah COD atau siap dioperasikan adalah sebesar 1 %. Nah, tahukah kamu dimana saja lokasi pembangkit yang sudah siap dioperasikan tersebut?
Salah satunya, ada di Gorontalo. Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga gas (PLTG) ini bahkan menjadi pembangkit pertama dari proyek 35.000 MW yang siap dioperasikan.
Kapan tepatnya pengoperasian tersebut?
PLTG Gorontalo, tepatnya mulai dioperasikan sejak bulan Januari dan Februari. Direktur PLN Bisnis regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machizon Basri menuturkan, ada 6 unit pembangkit dengan kapasitas 25 M yang sudah berhasil dipasang dan dioperasikan.
Pengoperasian pembangkit ini menuai kegembiraan masyarakat Gorontalo. “Ini hadiah bagi kami. Dengan masuknya listrik dari PLTG Gorontalo ini, akan menjadi jawaban akan kurangnya listrik diwilayah Sulutgo,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.
Apa kunci kecepatan realisasi PLTG Gorontalo ?
Ternyata, kunci kecepatan dari realisasi proyek 35000 MW di Gorontalo ini adalah dukungan dari berbagai pihak yang terintegrasi. Mulai dari perijinan, pembebasan lahan yang disinyalir menjadi penghambat terbesar hingga soal AMDAL. “Pak Gubernur Gorontalo ini super. Beliau mengumpulkan kepala dinas untuk mempercepat perizinan. Beliaupun proaktif menanyakan apa yang dibutuhkan PLN. Ini bisa jadi contoh daerah lain dalam mengerjakan proyek 35.000 MW,” pungkas Eko Priyantono, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan XII.
Sumber artikel Investor Daily 2016
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI