Seperti yang kita ketahui bersama, pandemic covid 19 dan kondisi perang Rusia - Ukraina membuat kondisi perekonomian sangat terdampak dan berbagai negara mengalami ancaman inflasi saat ini.Â
Berdasarkan Wikipedia, Inflasi sendiri memiliki pengertian yaitu proses meningkatnya harga-harga secara umum (barang dan jasa) dan terus menerus.Â
Yang berarti kenaikan ini merata di segala aspek, tidak hanya pada satu atau dua barang dan jasa saja dan biasanya terjadi berkala. Seperti yang telah diulas di Kompas.com, inflasi bisa terjadi karena beberapa hal seperti:
- Tingginya permintaan.
- Meningkatnya biaya produksi
- Bertambahnya jumlah uang yang beredar
- Pengaruh perilaku masyarakat
- Pertumbuhan jumlah penduduk yang tak terbendung
- Kondisi ekonomi dan politik
- Kenaikan harga dari barang yang banyak diminati
- Utang negara
- Faktor dari uluar negeri seperti kenaikan harga minyak mentah atau kenaikan pada komoditas impor suatu negara
Lalu, apa akibat dari inflasi? Inflasi menyebabkan harga barang dan jasa menjulang tinggi sehingga daya beli menurun, dan jika daya beli menurun maka akan berimbas ke pertumbuhan ekonomi yang melambat, produksi ekspor yang mandeg, dan devisa negara juga akan semakin berkurang.
Untuk para pemilik bisnis, inflasi bisa menjadi salah satu hal yang ditakutkan karena inflasi tentu akan mempengaruhi produksi bisnis mereka. Bahan baku semakin mahal, biaya ekspor juga semakin naik, dan daya beli pelanggan menurun.
Namun, berdasarkan artikel dari uangonline, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan bagi para pemilik bisnis, agar bisnis anda tetap bisa bertahan menghadapi gempuran inflasi seperti yang terjadi saat ini.
- Perhatikan efisiensi produksi
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Ketika inflasi terjadi maka harga barang dan jasa akan naik, sehingga jika harga bahan kebutuhan sehari-hari naik, maka biasanya pemerintah akan menaikkan  upah minimum para pekerja yang akan diatur dalam undang-undang tiap daerah untuk mengimbangi kenaikan harga-harga bahan kebutuhan sehari-hari yang naik.Â
Perusahaan berkewajiban untuk memenuhi hak upah tiap pekerja, namun perusahaan juga harus menekan biaya produksi agar tidak ada kebocoran dana karena cash flow yang baik juga penting bagi bertahannya sebuah perusahaan. Maka dari itu, mau tidak mau perusahaan harus mengambil langkah untuk tetap efisien mempertahankan keberlangsungan perusahaan.Â
Langkah yang bisa diambil dalam kondisi tersebut, misalnya mengubah beberapa sistem perusahaan yang semula dilakukan manual oleh pekerja menjadi digital, mengurangi jumlah pegawai, mencari alternatif pengganti bahan baku yang lebih murah namun tidak mengurangi kualitas produksi, dll.
- Manfaatkan teknologi
Di zaman sekarang, kita harus melek teknologi agar tidak tertinggal dan bisa mengikuti ritme kehidupan saat ini yang cenderung cepat dan praktis.Â
Seperti yang telah dijelaskan dalam poin pertama opsi untuk mendigitalisasi beberapa sistem produksi yang biasanya dilakukan manual, anda juga bisa memanfaatkan teknologi untuk melakukan hal-hal lainnya seperti pembukuan dasar, layanan customer, dan marketing yang bisa dilakukan dengan aplikasi tertentu.
- Perketat cashflow perusahaan
Dalam aspek apapun di dunia, keuangan adalah salah satu hal terpenting yang harus dikelola dengan baik. Finansial perorangan atau pribadi, finansial keluarga, finansial bisnis dari bisnis yang kecil hingga bisnis yang besar, maupun perusahaan raksasa, harus memperhatikan detail alur keuangan atau finansial mereka.Â
Terlebih lagi di masa pandemi di mana semua aspek kehidupan terdampak dan harga-harga barang dan jasa semakin melonjak tajam, maka penting bagi kita untuk memperketat alur finansial kita. Saat sedang mengalami kendala seperti di masa pandemi, kita bisa mengurangi pengeluaran yang kurang perlu di saat ini dan pastikan tidak ada transaksi yang tidak sinkron dengan efektivitas produksi perusahaan.
- Gunakan simpanan/persediaan yang ada
Seperti yang sudah kita ketahui secara umum, untuk menjaga kelangsungan sebuah perusahaan penting untuk menjaga produktivitasnya. Maka dari itu biasanya perusahaan berbelanja bahan baku dalam jumlah besar dan menggunakannya secara berkala sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan di pasar, maka perusahaan tidak perlu panik berlebihan karena bahan baku mereka telah aman untuk beberapa waktu ke depan.Â
Namun perlu diperhatikan juga kualitas dan masa berlakunya bahan baku tersebut, jangan sampai kita menyimpan dalam jumlah banyak namun membuat bahan baku tersebut menurun kualitasnya sehingga mempengaruhi kualitas produksi perusahaan juga.Â
Selain itu, tempat penyimpanannya juga harus mendapatkan perhatian khusus, jangan sampai bahan baku yang sudah kita simpan tersebut malah menjadi rusak dan berakibat kerugian bagi perusahaan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI