Diatas kereta jurusan tanah abang ia duduk merenung,
Ada gambar kusut wajah emaknya di jendela kaca
Ada gambar wajah riang tiga adiknya menahan lapar,
Tapi bagaimana menggambarnya ?
Mata mungilnya mengarah pada jok jok stainless,
Lalu menghempas nafas panjang
Diatas kereta ia memeluk ransel buramnya,
Ia tegakkan duduknya, waktu ia genggam dalam kepalan
Setinggi matahari dilangit
Menggema raung kereta meminta jalan
Ia menengadahkan pikiran antara pergulatan dan cita,
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!