Dewasa kini, banyaknya minuman dalam bentuk kemasan yang beredar di pasaran dapat merubah pola hidup masyarakat yaitu kurang minum air putih dan banyak mengkonsumsi minuman kemasan yang mengandung gula jenis fruktosa, senyawa ortofosfat, sitrat, kafein, taurin, tartrasin, dan elektrolit. Kandungan tersebutlah yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal (Suhartono et al., 2021).
Mulai dari minuman berenergi yang dominan dikonsumsi oleh orang dewasa sampai minuman kemasan yang digemari anak-anak  ternyata memicu terjadinya gagal ginjal. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa gagal ginjal menjadi salah satu penyakit yang dapat menyerang semua generasi terkait dengan pola hidup.
Pola hidup sangat memengaruhi cara kerja ginjal. Kondisi tubuh yang kurang terhidrasi maupun terhidrasi dengan minuman kemasan selain air mineral menjadi faktor utama terjadinya gagal ginjal. Menurut Suban dan Widani (2024), kurangnya  konsumsi air mineral, menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal akan berakibat berkurangnya perfusi glomerular dan filtrasi ginjal. Jika penurunan perfusi berlanjut dalam waktu yang lama, maka ginjal akan kehilangan fungsinya dan juga kerusakan parenkim ginjal akan terjadi. Dengan demikian, pola hidup erat kaitannya dengan kesehatan ginjal.
Menjaga dan memodifikasi pola hidup sehat merupakan upaya preventif dalam memutus mata rantai gagal ginjal sedini mungkin. Upaya ini dapat dilakukan melalui tindakan sederhana seperti minum air putih 8 sampai 10 gelas perhari, rutin berolahraga serta menghindari konsumsi minuman kemasan maupun lainnya yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
Daftar Pustaka
P2PTM Kemenkes RI. 2021. Sayangi Ginjal Anda, Minum Air Putih Minimal 8-10 Gelas Perhari. (online).
https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-metabolik/sayangi-ginjal-anda-minum-air-putih-minimal-8-10-gelas-per-hari#:~:text=Sayangi%20Ginjal%20Anda%2C%20minum%20air,8%2D10%20gelas%20per%20hari. , diakses tanggal 18 Agustus 2024.
Suban, C. & Widani, N.L. 2024. Hubungan Konsumsi Air Minum Terhadap Kejadian Gagal Ginjal Kronik Pasien dengan Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Cikini, 5(1) 110-119.
Suhartono et al. 2018. Efek Kronis Minuman Berenergi pada Ginjal. Jurnal Farmasi Indonesia, 7(4) 252-257.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H