Mohon tunggu...
Gilang Dejan
Gilang Dejan Mohon Tunggu... Jurnalis - Sports Writers

Tanpa sepak bola, peradaban terlampau apatis | Surat menyurat: nagusdejan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Kisah "Green Book", Sebuah Panduan untuk Mengikis Rasisme di Sepak Bola

23 April 2020   16:05 Diperbarui: 26 April 2020   19:30 533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi film Green Book | Sumber: greenbookmovie.com

Selain tidak berfungsinya mekanisme pelaporan, perlu diakui bahwa aksi-aksi rasisme belumlah dianggap isu yang penting oleh stakeholder sepak bola khususnya para supporter. Seperti dikutip dari BBC News, pada musim lalu saja jumlah pertandingan di Inggris dan Wales tak bisa lepas dari tindakan ujaran diskriminasi.

Sebab, menurut laporan kasus rasisme meningkat sebesar 47% dari semula 131 pertandingan menjadi 193 pertandingan yang diwarnai aksi rasial. "Rasisme adalah masalah sosial, bukan masalah sepak bola," demikianlah pernyataan asosiasi sepak bola Wales (FAW).

Mantan pemain Cardiff City sekaligus aktivis dan pendidik anti-rasisme untuk Show Racism The Red Card, Sean Wharton, yang juga pernah mengalami tindakan rasisme saat masih aktif bermain mengatakan bahwa tindakan diskriminasi tersebut bisa menimbulkan dampak yang besar bagi pemain.

"Ada penelitian yang menunjukkan bahwa rasisme berdampak negatif terhadap kesehatan mental pemain, termasuk [menyakiti] kepercayaan dirinya, perasaan bahwa Ia menjadi bagian dari tim," pekik Sean, seperti dikutip dari BBC News.

"Kamu tidak bisa mengecilkan dampak rasisme terhadap individu dalam sepak bola dan masyarakat. [Rasisme] membuatmu mempertanyakan dirimu, kepercayaan diri, dan nilai dirimu sendiri," tegas dia.

Rasisme Terhadap Orang Asia Menyebar Lebih Cepat Dari Covid-19
Di tengah penyebaran virus Corona, isu rasial tetap berkembang di dunia. Alih-alih bersatu melawan virus, justru orang dengan latar belakang Tiongkok atau Asia mendapat pertentangan keberadaannya. Mereka dianggap sebagai potensi penyebaran virus.

Rasisme dan ujaran kebencian di media daring beredar masif di masa pandemi ini. Seperti dilaporkan Daily Mail, L1ght sebuah organisasi yang biasa mengukur tingkat toksisitas di dunia maya, menunjukan bahwa sejak ditemukannya kasus Corona pada Desember 2019 silam hingga Maret 2020, tingkat perundungan terhadap orang-orang Tiongkok dan etnisnya naik hingga 900 persen.

Bahkan pemain kenamaan Asia yang berkiprah di Inggris juga mendapat perlakuan serupa. Seperti dinukil dari PA, Media asal Inggris, banyak unggahan bernada rasis terkait virus asal Wuhan itu kepada pemain Tottenham Hotspurs, Son Heung-Min, dan gelandang anyar Liverpool Takumi Minamino.

Salah satu yang terlibat dengan aksi rasial itu adalah akun twitter Trool Football, yang memposting sebuah meme yang isinya reaksi kecut Jose Mourinho ketika Son batuk. Di unggahan yang lantas dihapus ini dikombinasikan dengan foto Mourinho yang sedang tertawa, yang merupakan benang merah dari kejadian sebelumnya dengan keterangan "tapi Anda sadar dia pemain Korea".

Unggahan dengan narasi serupa juga terjadi dengan foto Christian Eriksen yang tengah menandatangani kesepakatan kontrak di Inter Milan bersama sang direktur Steven Zhang. Pada unggahan yang kemudian dihapus itu, diedit sedemikian rupa sehingga Eriksen terlihat menggunakan masker untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19.

Dua kasus yang diambil merupakan contoh yang jika dihitung belum seberapa, sebab PA menemukan banyak unggahan serupa baik dari akun berbau sepak bola mau pun akun pribadi dengan objek foto Son dan Minamino. Hal demikian membuat Direktur Eksekutif Show Racism the Red Card, Ged Grebby, angkat suara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun