Mohon tunggu...
giwang dinar
giwang dinar Mohon Tunggu... Lainnya - halo!

semoga apa yang saya tulis dapat mendeskripsikan siapa saya dan apa yang saya rasakan.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Rasa Lelah yang Tidak Berkesudahan

9 Agustus 2022   20:02 Diperbarui: 10 Agustus 2022   11:42 1391
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seluruh manusia yang ada di alam raya memiliki kesibukan tersendiri, ada yang sibuk mengurus rumah tangga, sibuk mencari ilmu, sibuk mencari sebungkus nasi dan lain sebagainnya.  Lelah?, sudah pasti, semua orang merasakannya. 

Terkadang saya bertanya kepada diri saya sendiri, apa sebenarnya tujuan saya hidup?, kenapa saya selalu merasa lelah disetiap hal yang saya jalani, pertanyaan yang memalukan. Terbukti bahwa saya adalah seorang yang tidak mengerti arti kehidupan saya sendiri. 

Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan dikala senggang, menyebabkan kelelahan lainnya datang berhamburan. Keseharian hanya diisi dengan hal-hal yang tidak pernah diinginkan,yang menyebabkan setiap harinya jauh lebih melelahkan.

Masa depan keluarga juga menjadi perihal berat yang sering sekali membebani pikiran setiap orang, padahal tidak ada yang menyuruh untuk memikirkannya. Merasa kurang dalam setiap hal yang dijalani, lelah berusaha karena tidak pernah di apresiasi. Mulut-mulut besar yang senantiasa melontarkan tuntutan, alam pun secara tidak langsung memberi himbauan kepada penghuninya untuk terus menjadi yang terbaik dari yang paling baik. 

Lalu apa hal yang seharusnya dilakukan untuk sekedar sedikit mengurangi rasa lelah yang setiap hari bertambah, saya juga tidak tahu. Namun semakin sering saya merasa lelah, saya mulai tersadar ternyata rasa itu timbul akibat diri saya sendiri. Kesadaran ini muncul di awal bulan Juli lalu. Saya terus menjalani hidup dengan berekspektasi, aneh padahal hal ini wajar terjadi. 

Setiap kegiatan yang saya jalani, sering saya menaruh ekpektasi yang tinggi, maka jika tidak sesuai seperti apa yang saya pikirkan, semuanya akan kacau balau, rasa malas, lelah, kecewa, menjadi satu menghantam diri saya sendiri, sehingga menyebabkan timbulnya rasa lelah yang tidak jelas.

Bahkan saya juga berekspektasi terhadap orang lain, yang sekarang saya ungkap seperti perlahan menghacurkan diri sendiri. Pada setiap hidup seseorang banyak yang berlalu lalang. Mereka datang memiliki tujuan masing-masing, seperti takdir yang sudah ditentukan, ada yang menyakiti, ada juga yang mengobati. 

Namun kesalahan yang sering saya perbuat adalah berekpektasi disetiap orang yang ada di kehidupan saya mengenai berbagai hal, seperti pendapat mereka terhadap diri saya, tanggapan mereka terhadap masalah saya, yang menyebabkan perlahan menggerogoti jati diri saya sendiri. 

Terus mengejar sebuah pujian dari orang lain, mendapatkan sebuah apresiasi disetiap hal yang kita buat. Tidak pernah berhenti berlari, entah mengejar apa, tidak memiliki tujuan. Kebiasaan ini yang mengakibatkan kelelahan berkepanjangan, sehingga menyebabkan minim keniatan dalam mengerjakan sesuatu. 

Lalu hari demi hari rasa lelah itu memudar entah pergi kemana. Keberanian dalam mengambil keputusan dan mengubah kebiasaan yang selalu menjalani hal yang tidak pernah disukai menjadi hal yang disukai, mulai mengerti bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda, sifat yang berbeda, mereka tidak senantiasa mengerti dengan keadaan orang lain selain diri kita sendiri. 

Menjadi kunci bagi saya untuk menciptakan kehidupan yang lebih damai. Rasa lelah tidak akan hilang sepenuhnya, namun ada baiknya rasa lelah yang timbul adalah kebahagiaan bukan kesedihan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun