Ia masih bertanya
Tentang keberadaannya
Mengapa ia ditinggalkan ?
Mengapa ia dicampakkan ?
Dunia enggan memberi jawaban
Intelektual sudah dijarah
Menyisakan segelintir teori
Yang diramu oleh sekumpulan sok logis
Ia besama kecurigaan
bersama kecemasan
namun terlalu berlebihan
Katanya:
Itu salah satu cara menikmati gelap
Nestapa !
Semua mata masih terus berdusta
Memberi aba-aba kepada mulut
Untuk memaki dan mencaci gelap dan sekutunya
Berkata seolah bijaksana
Padahal penuh kepalsuan
Fajar datang dan menghakimi sepihak
Terbuai oleh narasi-narasi
yang penuh imajinasi
Gelap dikambing hitamkan
Lalu dicampakkan
Hingga ke barat cakrawala
Disana,
Gelap datang dan mengkritik senja
Katanya:
"Kau hanya bisa menyeduhnya
Tetapi kau tidak meminumnya"
"Kau kumpulkan semua luka dan kau larutkan dalam secangkir kopi"
"Kau persilahkan aku meneguknya, kemudian kau pergi dan  tanpa meninggalkan sisa-sisa cahaya senja"
Palembang, Desember 18
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI