Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh. Kompasiana.com - Tige Sagi merupakan salah satu daerah pegunungan yang berada di wilayah kecamatan Pantan Cuaca, daerah yang berada di ketinggian kurang lebih 1500 dpl, sangat cocok dikelola di bidang perkebunan terutama kopi, alpokat, tembakau, jeruk, lemon, jambu biji, pisang, cabe, dan sere wangi dan jenis-jenis sayur-sayuran lainnya.
Dari amatan penulis masih banyak lahan yang dibiarkan menjadi semak belukar oleh warga masyarakat, sehingga menjadi lahan tidur yang tidak berhasil guna.Â
Tentunya hal ini harus menjadi bahan kajian pengulu kampung Suri Musara karena tige sagi merupakan lahan perkebunan masyarakat suri musara hanya sebagian kecil saja yang berasal dari luar kampung Suri Musara.Â
Hal ini perlu dan penting dikaji ulang oleh pengulu karena jika semua lahan di olah secara baik dan bersih tentunya hama babi, musang/luwak akan dapat diminimalisir dampaknya terhadap yg tanaman masyarakat. Tentunya pengulu harus memberikan arahan kepada pemilik lahan untuk segera diolah atau di serahkan kepada pihak ketiga proses pengolahannya.
Karena jika semua lahan sudah terolah dengan baik dengan beberapa komoditi tanaman yang di tanam tidak menutup kemungkinan Tige Sagi juga bisa menjadi wisata holtikultura, tetapi hama yang kerap merusak tanaman warga harus menjadi bahan kajian lebih konkret sehingga masyarakat juga akan lebih bersemangat didalam mengelola lahannya masing-masing.
Dimasa covid-19 ini salah satu upaya yang paling bagus dan positif adalah melakukan aktivitas di kebun sehingga interaksi antara sesama masyarakat akan jarang terjadi sehingga himbauan pemerintah tentang menjaga jarak, dan menghindari membuat keramaian dengan sendirinya akan terwujud dan menghasilkan dampak positif dalam peningkatan pendapatan dari nilai jual hasil perkebunan itu sendiri, disatu sisi pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran covid 19 terjadi dan ketahan pangan juga akan terwujud.
Dari segi cita rasa biji kopi Pantan Cuaca memang sudah diakui, apalagi Kopi Tige Sagi hal ini mungkin dari penyinaran yang cukup terhadap buah sehingga dan kadar hara tanah yang masih sangat bagus sehingga citra rasanya sangat nikmat.Â
Dan selaku pencandu kopi saya juga sering membuat bubuk kopi sendiri dan diolah sendiri hanya pengolahan akhirnya saja sering saya antarkan ke Winlah Kopi Blower karena disana bubuknya lebih halus pungkasnya.