Perang Baratayudha hari ke-10.
Sore itu, sehari setelah Abimanyu gugur, Sri Kresna semakin gelisah. Pasalnya, matahari sudah hampir menyentuh ufuk barat, tetapi Jayadrata belum juga nampak batang hidungnya.
Sambil menghela kereta perangnya, Kresna memutar otaknya mencari cara agar Jayadrata muncul di Padang Kuru Setra.
Sumpah Arjuna sekali lagi mengiangi telinganya.
"Akan kubunuh kau, Jayadrata," sumpah Arjuna begitu mendengar kematian putra kesayangannya. "Kalau besok aku tidak bisa membunuhmu, aku yang akan mati."
Sumpah Arjuna itu membuat Kresna berpikir lebih keras. Otak jeniusnya berputar kencang berpacu dengan waktu yang hampir habis.
Jayadrata pasti baru berani muncul kalau hari sudah gelap.
"Hanya ini satu-satunya cara," gumam Kresna setelah lama menimbang. Â
Lalu dikeluarkannya Cakra yang tersimpan di tangan kanannya.
Sambil memandangi matahari yang hampir tenggelam, Kresna membidikkan senjata sakti pemberian Dewa Wisnu itu tepat mengarah ke matahari
"Tak ada cara lainnya," pikirnya semakin mantap.