Sisa Luka semalam
Tandus oleh rasa dendam
Bayang bayang yang menyakitkan
Jeritan kepahitan terabaikan
Ruang ditepi jalan itu
Jadi artepak perlawanan
Gelap menghimpit deru keberanian
Tragis, tangan tangan tak berdaya, dihujat Pangkat dan senjata.
Lari tak berwibawa
Teriak tak bersuara
Diam pun tak kuasa
Jalang jalang Berseragam tak jua enyah di hadapan.
Makin hitam laju waktu
Makin bringas jalang serdadu
Lempar Ranjau, gas air mata
Masuk angkuh, Dobrak jendela
Alas sepatu disambarkan ke muka
Tongkat dan kayu hantam perut juga kepala.
Dengar tembakan Jalang makin membabi buta
Tak hirau anak dan ibu pembawa balita
Luka Itu nyatanya benar benar tandus
Sisanya Dendam yang menyeruak hingga ke ujung ujung Desa.
Rumah yang hidup diatas doa para Pemuda
Tanah yang subur atas Sorak para pelajar
Terlanjur mengutuk Kelompok jalang, yang menghibahkan tubuhnya untuk Penguasa.
Menteng Raya dalam Do'a