Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Teror di München, 9 Tewas 10 Terluka

23 Juli 2016   01:49 Diperbarui: 25 Juli 2016   14:38 90
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Marienplatz, München (Dok.Gana)

Jumat, 22 Juli 2016. Hujan. Jerman area tempat kami tinggal hujan rintik-rintik. Kabarnya akan ada Hagel atau hujan batu karena temperatur terlalu panas tapi ada tekanan dingin di udara sana. Dengan membawa payung, saya bertandang ke rumah teman, tetangga jauh. Jalan kaki. Satu jam kemudian, pukul 19.00 (24.00 WIB), kaki sudah menjejak halaman rumah.

Suami dan anak-anak sedang nonton TV, stop press berita. Disuguhi berita mengejutkan; teror di pusat perbelanjaan “Olympia Einkaufszentrum (OEZ)“, Moosach, München! Bukankah teror yang dilakukan remaja Afghanistan umur 17 tahun di Würzburg baru saja terjadi?  Würzburg hanya 2,5 jam, München hanya 3 jam saja tapi serasa teror itu semakin mendekat dalam jarak beberapa meter saja, bukan dalam hitungan jam.

Kontak ISIS  sudah menyusup di München?

Berita di TV itu bukan pertama kalinya terdengar. Sudah ada kegelisahan di malam tahun baru sehingga semua kegiatan, perayaan dan pesta dibatalkan di seluruh München tahun 2015. Mengapa? Tentu karena ancaman teror.

Pada bulan April 2016, polisi Munich atau München menangkap dua orang pria  (dari Nigeria dan Irak) yang diduga merupakan kontak IS (Islamischer Staat) di Jerman.

Pakar teror München yang sudah pensiun, Ludwig Schierghofer yakin bahwa ada 41 nama orang teroris (beberapa di antaranya adalah wanita) yang bersembunyi di negara bagian Bayern (salah satunya di München). Sepuluh di antaranya sudah dipenjara.

Penembakan di München hari ini

Pusat perbelanjaan Olympia yang dibangun pada tahun 1972 itu jadi pusat perhatian media massa dan warga Jerman. Betapa tidak. Dua kali penembakan terjadi hari ini. Pelakunya, diduga 3 teroris (konfirmasi terakhir, sehari setelah kejadian adalah satu teroris muda itu keturunan Iran, umur 18 tahun). 

Penembakan pertama dilaporkan dari OEZ. Berita merambat ke twitter. Diberitakan 15 tewas tapi ditampik oleh polisi. Saksi mata sendiri mengatakan bahwa suara tembakan sebanyak 30 kali terdengar.

Dalam video amatir (goyang, dari HP) yang ditayangkan TV, saya melihat teras restoran Mc Donald, di mana orang-orang berjalan keluar dan tiba-tiba panik karena seorang pria bercelana biru membawa senjata dan melepaskan tembakan. Bahkan seorang nenek-nenek yang tadinya berjalan pelan-pelan ke arah penembak, terbirit-birit menjauhi si pria. Begitu pula dengan orang-orang di sekitar si nenek.

Polisi München juga memberi himbauan lewat twitter agar masyarakat menjauhi swalayan OEZ  karena penembakan, pada pukul 18.35 “Im Moment haben wir einen großen Polizeieinsatz am OEZ. Bitte meiden Sie den Bereich um das Einkaufszentrum.“ Tweet kedua Polizei München berisi “Meiden Sie öffentliche Plätze in #München. Die Lage ist noch unübersichtlich. #oez #Schießerei.

Berikutnya twitter pemberitahuan bagi semua supir taksi  untuk menghindari area  Stachus; “Meldung jetzt an alle Taxifahrer in #München Stachus meiden.“ Jika taksi menghilang dari peredaran dan U-Bahn (kereta bawah tanah) dihentikan oleh jawatan MVG, bisa bayangkan bukan betapa paniknya orang-orang di sekitar OEZ?

Polisi juga menganjurkan warga sekitar untuk tetap berada di rumah, tidak berada di jalanan dan menghindari OEZ.

***

Owaiyo! Sedang serius menikmati berita teror di OEZ, dari jendela kaca terlihat tiga orang pemuda berambut ikal, hitam dan berjenggot panjang sedang, yang berduyun-duyun memasuki halaman rumah kami. Bel pintu rumah dipencet. Suami saya sudah takut mau dibuka atau tidak, ya pintunya.... Ingatannya masih nyangkut di berita TV tadi. Takut dirampok.

Mereka mengenalkan diri di depan pintu. Ah, rupanya mereka adalah tukang bangunan yang mau merenovasi kamar mandi kami. Suami tentu saja tidak mengenali karena kontak dilakukan hanya dengan email. Tiga pemuda itu dari Albania, Italia dan Kosovo! Silakan bayangkan sendiri penampakan mereka.

Suami saya mungkin bukan satu-satunya orang Jerman yang sudah tidak merasa aman  dan tak nyaman tinggal di Jerman dengan berita-berita teror di Jerman dan sekitarnya, kasus pengungsi dan entah apalagi. Sehingga memiliki stereotype kalau orang dengan penampilan seperti itu pasti teroris.

Ya, gitu ... kisah di Paris, Brüssel, Würzburg dan kota-kota besar di dunia lainnya memang menuding negara-negara itu-itu saja. Jadi nggak salah kalau suami saya (dan kami) ada rasa was-was beberapa saat yang lalu.

Ketakutan suami saya itu juga mengingatkan saya pada kasus penolakan visa di seluruh penjuru dunia karena nama pelamar visa mirip punya teroris atau bahkan cuma wajahnya saja! Stereotype yang kadang keliru tapi sekali lengah ...bisa berabe. Bagaimana dengan pengalaman Kompasianer tentang kekhawatiran yang serupa terhadap orang asing?

Selamat malam. Semoga tetap sehat dan bahagia. Jaga diri Kompasianer dan keluarga baik-baik. God bless. (G76)

Link:

1. Apa kata pengamat teroris Jerman?

2. Penembakan di OEZ München.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun