Pangan fungsional semakin diminati karena manfaat kesehatan yang dimilikinya. Salah satu bentuk inovasi yang menarik untuk dibahas adalah pengembangan permen sebagai pangan fungsional, seperti hard candy, jelly candy, dan marshmallow. "Emangnya bisa? Permen kan gulanya tinggi banget, ga baik bagi kesehatan", adalah kalimat yang sering sekali didengar jika bicara tentang permen. Tetapi dengan adanya pengembangan-pengembangan yang dilakukan, permen juga bisa jadi pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan lho. Permen yang selama ini dikenal sebagai camilan manis kini dapat diperkaya dengan zat gizi atau senyawa bioaktif untuk mendukung kesehatan. Tetapi tentunya pengembangan produk permen ini tidak lepas dari tantangan dalam formulasi, stabilitas, dan juga penerimaan konsumen.
Permen fungsional memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produk pangan fungsional lainnya, antara lain:
1. Daya simpan yang panjang
Hard candy dan jelly candy yang memiliki kadar air rendah, lebih tahan lama dibandingkan produk berbasis susu ataupun minuman fungsional. Produk permen dengan kadar air rendah memiliki stabilitas yang lebih baik dalam penyimpanan dibandingkan produk cair atau semi-padat.
2. Konsumsi yang mudah dan menyenangkan
Konsumen cenderung lebih menerima produk dalam bentuk permen dibandingkan kapsul atau tablet suplemen. Permen fungsional memiliki daya tarik sensoris yang lebih tinggi terutama di kalangan anak-anak serta remaja.
3. Kemampuan menghantarkan senyawa bioaktif
Permen dapat menjadi media yang efektif untuk mengantarkan senyawa bioaktif seperti vitamin, mineral, probiotik, dan antioksidan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jelly candy berbasis pektin dapat menjadi matriks yang stabil untuk probiotik, karena dapat mempertahankan viabilitasnya hingga mencapai saluran pencernaan.
4. Pemanfaatan bahan pangan lokal
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dengan berbagai bahan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk fungsional. Contohnya, penggunaan ubi jalar ungu, jahe merah, dan kulit buah naga dalam pembuatan permen jelly telah diteliti untuk meningkatkan kandungan antioksidan dan serat pangan.
5. Penambahan ekstrak tanaman berkhasiat