Bagaimana cara kerjanya? Cara kerja dari bortezomib adalah proteasome inhibitor menargetkan proteasome 26S. Adapun beberapa kelebihan dari terapi ini ialah bortezomib menghambat aktivasi faktor transkripsi NFkB dengan melindungi inhibitor Ikappa B (IB) dari degradasi oleh proteasome 26S. Degradasi proteasome dari IB mengaktifkan NFB, yang mengatur transkripsi protein Ini mempromosikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan sel, mengurangi kerentanan terhadap apoptosis, berperan dalam mempengaruhi ekspresi molekul adhesi dan induksi resistensi obat dalam sel myeloma.
Â
Bortezomib juga tidak hanya berfokus kepada sel myeloma, namun juga menjalankan fungsinya di lingkungan mikro sumsum tulang dengan cara menghambat perlekatan sel myeloma ke sel stroma sumsum tulang. Selain itu, bortezomib juga memiliki kemampuan dalam mengurangi toksisitas monoclonal light chain dan terjadi penekanan pada NF-b dalam sel tubulus yang membuat respons inflamasi dapat diatasi sehingga organ ginjal juga dapat diperbaiki fungsinya. Terlepas dari banyaknya kelebihan pada terapi bortezomib, terapi ini tentunya juga terdapat kelemahan, namun hanya efek samping ringan berupa gangguan gastrointestinal, trombositopenia, dan neuropati perifer. Hal ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat antiemetik dan antidiare yang berperan sebagai pengganti cairan karena banyaknya frekuensi mual dan diare yang diidap oleh pasien.
Kesimpulan
Terapi yang paling efektif untuk digunakan pada pengobatan pasien dengan penyakit multiple myeloma adalah terapi bortezomib karena tingkat efektivitas yang tinggi serta aman untuk digunakan bahkan jika pasien dengan riwayat penyakit gangguan ginjal sekalipun. Namun bukan berarti terapi jenis lainnya tidak baik untuk digunakan, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu seberapa bugar kondisi pasien, berapa umur pasien, dan apa riwayat kesehatan pasien tersebut. Jadi untuk teman-teman semua tetap jaga kesehatan dan untuk pejuang multiple myeloma atau ada kerabat keluarga yang membutuhkan semoga artikel ini dapat dijadikan bahan acuan atau alternatif sebagai pengobatan multiple myeloma. Tetap semangat dan salam sehat health people sekalian!
Daftar Pustaka
Â
Bakta IM. 2019. Mieloma multipel: aspek pathogenesis molekuler. Udayana Journal of Internal Medicine. 3(1): 1-7.
Savitri M. 2020. Diagnosis dan terapi terkini multiple myeloma. J Medicinus. 33(3): 3-18.
Tadjoedin H, Reksudiputro AH, Toruan T, Abdulmuthalib, Kosasih A, Supandiman I, Sumantri R, Fadjari H, Fianza PI, Suharti C, Kurnianda J, Purwanto I, Azhariati A, Ugroseno, Sedana MP, Darmawan B, Bakta IM, Kar AS, Gatot D, Acang N, Syahrir M, Benyamin AF, Tutik H, Kumaat H. 2011. Multiple myeloma in Indonesia. Indonesian Journal of Cancer. 5(2): 76-81.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI