Kelurahan Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri (27/7/2021) Masa pandemi covid-19 mendorong masyarakat menerapkan hidup yang sehat, seperti sering berolahraga, mengkonsumsi buah dan sayuran, serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan handsanitizer serta harus senantiasa menjaga jarak.Â
Virus covid-19 memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, bagian tubuh manusia yang sering digunakan untuk memegang segala barang atau bersalaman dengan sesama manusia yaitu bagian telapak tangan, sehingga telapak tangan adalah suatu bagian tubuh manusia sebagai perantara penyebaran virus covid-19. Cara membersihkan tangan dimasa pandemi ini yaitu dengan mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer yang dilumurkan keseluruh telapak dan punggung  tangan.
Penggunaan handsanitizer dimasa pandemi ini sangat membantu, karena praktis dibawah kemana-mana untuk membersihakan telapak tangan jika tidak ada air. Masa-masa pandemi covid-19 sekarang ini, jenis produk handsanitizer dengan kandungan alkohol 70% banyak dijual dipasaran. Handsanitizer yang mengandung alkohol jika digunakan setiap hari maka akan menyebabkan tangan kering. Alternatif handsanitizer keluarga yang aman dan dapat diolah dirumah pribadi yaitu dengan membuat handsanitizer alami menggunakan bahan-bahan yang alami
Mahasiswa KKN UNDIP 2021 membuat handsanitizer dari bahan-bahan alami yaitu daun sirih, lidah buaya, dan juga jeruk nipis serta memberikan pelatihan kepada remaja dan ibu-ibu didusun Gobeh, Gedong, Ngadirojo, Wonogiri dengan cara menampilkan video pembuatannya dan demonstrasi pembuatan handsanitizer alami secara langsung.Â
Pemberian pelatihan pembuatan handsanitizer alami ini ditunjukan agar masyarakat lebih mengetahui bagaimana cara membuat dan memanfaatkan bahan-bahan alami mudah ditemui yang dapat digunakan sebagai handsanitizer, karena di masa pandemi seperti ini sangat diperlukannya handsanitizer, sehingga handsanitizer alami ini menjadi solusi alternatif pengganti handsanitizer yang mengandung alkohol dari bahan kimia.
Pelatihan pembuatan handsanitizer alami ini dilakukan secara langsung di rumah salah satu warga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 27 Juli 2021 pukul 14.00 sampai 15.00 dengan peserta ibu-ibu dan juga remaja dengan total 12 orang. Kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer alami ini, yang pertama dengan penampilan video pembuatan handsanitizer, lalu dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan handsanitizer alami. Bahan yang digunakan daun sirih, jeruk nipis, lidah buaya, dan juga air. Peralatan yang digunakan yaitu panci, saringan, baskom, teko plastik, botol semprot, pisau, sendok, blender, telenan dan nampan.
Cara pembuatan handsanitizer yaitu rebus air dengan daun sirih perbandingannya yaitu 3 : 1, dimana air yang digunakan 1000 ml dan daun sirihnya 250 gr selama 15- 20 menit, lalu blender 3 batang lidah buaya sampai halus, setelah air rebusan daun sirih matang lalu disaring. Langkah selanjutnya yaitu campurkan air rebusan daun sirih dengan lidah buaya yang sudah diblender dan disaring. Langkah selanjutnya peras 4 jeruk nipis lalu disaring, kemudian dicampurkan secara merata, dan masukkan kedalam botol. Kegiatan selanjutnya yaitu pembagian handsanitizer  yang telah dibuat kepada peserta.
Nama : Framita Yordhania