Mohon tunggu...
Arief Firhanusa
Arief Firhanusa Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Pria yang sangat gentar pada ular

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Tina Toon Ejek Orang Seenak Perutnya di Dahsyat

23 Desember 2014   01:43 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:41 16155
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hiburan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Kaget setengah mati saya melihat Dahsyat di RCTI, Minggu pagi kemarin. Mengusung tema PHP (pemberi harapan palsu), ada lontaran-lontaran guyon yang cukup kasar. Perkataan/ejekan/cemoohan itu terutama dilontarkan oleh Tina Toon, host Dahsyat (entah host tamu atau permanen saya tak tahu karena sekarang jarang nonton Dahsyat).

Di sesi pertama Dahsyat kemarin host yang memandu acara musik (kini bukan lagi memakai musik sebagai roh sebab acara ini lebih kental dengan adegan saling buka aib sehingga pernah dikritisi oleh Ahmad Dhani) ini adalah Tina Toon, mantan penyanyi cilik yang kini sudah tidak gendut, dan Syahnaz Sadiqah. Lalu ada Putri Titian dan Junior Liem, bintang tamu yang juga sepasang kekasih.

Lalu munculah adegan-adegan yang ditimbuni ucapan-ucapan kasar. Tina Toon paling getol mengucapkannya, sedangkan Syahnaz hanya menimpali belaka. Ucapan kasar kepada siapa? Pada Mumuk Gomez. Mumuk adalah wanita asal Jogjakarta yang diorbitkan RCTI melalui ajang OLI (Orang Lucu Indonesia).Biasanya dia dipasangkan dengan Dede Sunandar seolah keduanya sepasang kekasih.

Di sesi itu, digambarkan Mumuk sedang gelisah sebab di situ tak ada Dede Sunandar, komedian anyar yang diorbitkan Trans7. Lalu mulailah bully itu dilakukan. Ejekan terhadap Mumuk pun berhamburan. Terpaksa saya tulis di sini contoh-contoh ucapan kasar (bahkan mungkin menyakitkan bila didengar awam) tersebut, seraya memohon maaf pada Mumuk. Inilah dia: "Kalau kamu menikah sama Dede, maka anak perempuanmu bemo, anak laki-laki bajaj", "Bibir monyong", "Bibir bengkak", "Gambarnya bibir semua (itu saat wajah Mumuk di-close up kala Mumuk diminta ngomong sama Dede lewat kamera live", dan sebangsanya.

Mungkin ini cuma menuruti skenario. Barangkali pula Mumuk tidak sakit hati karena di Dahsyat dia digaji. Tapi, apa patut televisi mengumbar ejekan terhadap fisik seseorang dimana notabene televisi kini bisa menembus panti asuhan dan rumah-rumah orang-orang beradab?

Pada masa lalu, Pesbukers Antv  kenyang ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lantaran para talent-nya gemar menjelek-jelekkan pemain lain secara fisik. YKS di TransTV malah pernah didemo karena menyamakan orang dengan binatang. Nah, apakah Dahsyat akan kembali ditegur setelah pernah beberapa kali dijewer KPI gara-gara lirik lagu grup band New Pulpen yang vulgar, hipnotis Raffi Ahmad, dan oleh beberapa perkara lain?

Mungkin Tina Toon sekonyol itu karena memang diseting untuk menjadi pem-bully oleh tim Dahsyat. Mungkin juga tim/kru/produser Dahsyat ingin Dahsyat menjadi makin dahsyat. Tetapi caranya yang keliru. Acara ini ditonton segala usia, terutama remaja. Pada galibnya, remaja itu suka meniru-niru. Apa RCTI bangga memberi teladan yang tidak baik kepada khalayak ramai?

Di saat Raffi Ahmad dan teman-temannya sudah dewasa dan kini kian disukai setelah menikah, eh ada generasi baru macam Tina Toon yang menganggap orang lain babu!

Ingat, kini sedang marak pelaporan oleh pembantu rumahtangga akibat majikan-majikan yang suka mem-bully dan melakukan kekerasan pada asisten rumahtangganya!

-Arief Firhanusa-

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun