11 LPM se-Indonesia diajak mengunjungi kantor redaksi detik.com dan CNNindonesia.com yang terletak di Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Selasa (26/5). Di kantor berita ini, Forum Diskusi Nasional digelar. JDN ini diisi dengan sharing pengalaman dari sisi panelis sekaligus penajaman konsep melalui pembahasan subtema.
Salah satu subtema yang didiskusikan ialah Orientasi Media saat ini: Idealisme, Rating atau Profit. Panelis untuk tema tersebut adalah Philipus Patera.
Kepala Investigasi Tempo tersebut menjelaskan bagaimana pers saat ini dapat memainkan perannya sebagai watchdog, pilar keempat demokrasi, di tengah tekanan ekonomi dan ketatnya persaingan antarmedia.
“Idealnya, pers mampu menghibur, mendidik, memberikan Informasi, sebagai Watchdog atau yang mengawasi pemerintah serta ruang untuk memberikan suara bagi public,” tuturnya.
Selanjutnya, laki-laki kelahiran 23 April tersebut membeberkan langkah kedepan yang dapat ditempuh oleh pers. Menurutnya, langkah-langkah tersebut ialah tetap menjaga independensi karena kedepannya iklim demokrasi semakin terbuka, mengatasi masalah biaya dengan Multiplatform newsroom, kolaborasi lintas batas melalui media lain, CSO dan lembaga penelitian, Jurnalisme data, dan crowd sourcing.
“Selain itu, perkembangan zaman yang semakin berkembang tidak dipungkiri akan ada model bisnis baru lainnya yang akan tercipta,” tambahnya.
Selain Philipus Patera, dua panelis lainnya yaitu Yusuf Arifi, Editor in Chief CNNindonesia.com dan Irwan Nugroho, Editor Detik e-Magazine juga ikut membagikan pengalamannya kepada peserta Journalist Days 2016.
Presentasikan Paper di depan Peneliti CIPG
Dua delegasi LPM Profesi UNM, Nurul Fildzah Zatalini dan Ita Andriani mempresentasikan papernya yang berjudul “Pembodohan Media dan Kebodohan Penonton” di hadapan peserta dan Juri JD 2016. Presentasi untuk tim dengan subtema “Orientasi Media Saat Ini: Rating, Profit atau Idealisme” tersebut berlangsung di Ruang Seminar A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Rabu (27/4).
Tim LPM Profesi memaparkan bagaimana kondisi media di Indonesia saat ini, khususnya televisi seringkali menyampingkan idealisme untuk mendapatkan rating dan profit. Kondisi media saat ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana seharusnya masyarakat Indonesia menyikapi media pertelevisian saat ini.