Dari pihak ketiga, muncul ceruk sponsoship  serta pembelian hak siar. Dari siaran di televisi, diperkirakan akan ada pengeluaran dari penonton untuk camilan dan minuman saat menonton siarang langsung di televisi dan bertambah ramainya pengeluaran iklan di televisi untuk laga tersebut.
Menurut hasil riset tersebut, perputaran uang di sektor penyedia jasa makanan dan minuman diperkirakan sebesar Rp. 249,7 miliar.
Sementara di sisi rekreasi dan budaya, potensi cuan yang bakal diraup mencapai Rp. 236,6 miliar.
Sektor lain yang mendapatkan berkah dari perhelatan antara Albiceleste vs Timnas Garuda antara lain jasa penyiaran terkait pembelian hak siar misalnya yang berlanjut pada masuknya pengiklan di televisi.
Begitupun perdagangan dan industri pakaian jadi, karena meningkatnya penjualan jersey dari kedua tim yang bertanding dan segaka pernak perniknya seperti syal, topi dan barang lainnya.
Semua kegiatan tersebut diperkirakan mampu memberi tambahan bagi  sekitar 5.700 tenaga kerja baru, meskipun sebagian besar diantaranya merupakan pekerja temporer atau sementara.
Bukan cuma pihak individu dan swasta yang kecipratan gurihnya cuan dari event FIFA Match Day kemarin, Pemerintah Indonesia diperkirakan bakal menangguk duit sebesar Rp. 28 miliar dari penerimaan pajak tidak langsung.
Seperti kita tahu setiap kegiatan ekonomi legal yang bersifat transaksional hampir pasti melibatkan pajak di dalamnya.
Dengan hitung-hitungan tersebut, hasil riset berkesimpulan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan dari event FIFA Match Day Indonesia melawan Argentina jauh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan oleh penyelenggara dalam hal ini PSSI dan para pihak lainnya.
Menurut sejumlah sumber informasi, ongkos untuk mengundang Timnas sekelas Argentina sebesar 5 juta dollar AS atau senilai Rp. 74,5 miliar
Oleh sebab itu, tak heran jika event -event olahraga, kesenian, dan budaya acap diperebutkan penyelenggaraannya.